Shalat Tarawih Ekspres, Jemaah pun Membludak
KISUTA.com - Shalat Tarawih merupakan shalat sunat yang dilakukan saat bulan Ramadhan. Selama bulan Ramadhan, masjid-masjid akan dipenuhi oleh umat Islam yang akan menjalankan shalat tarawih. Biasanya, antara pelaksanaan shalat Isya dan shalat tarawih, diselingi oleh penyampaian tausyiah.
Jumlah rakaat shalat tarawih beragam, ada yang 11 rakaat, ada pula yang 23 rakaat. Meskipun berbeda, namun pelaksanaan shalat tarawih tetaplah khusuk.
Mengenai pelaksanaan shalat tarawih ini, di sejumlah masjid ada yang memakan waktu cukup lama. Ini biasanya disebabkan oleh imam shalat tarawih yang biasanya membacakan ayat yang panjang, sehingga jemaah menjadi lelah. Jika shalat tarawihnya 23 rakaat, maka waktu yang dibutuhkan semakin lama lagi, minimal satu jam.
Dilansir NU online, di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Undanawu, Blitar, Jawa Timur, walaupun shalat tarawihnya 23 rakaat, yaitu 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir, waktu pelaksanannya hanya 15 menit. Pasti Anda membayangkan, makmum shalat tarawih di pesantren ini “jungkir balik” saat shalat, karena waktu yang termasuk ekspres untuk menyelesaikan shalat 23 rakaat dalam waktu 15 menit saja.
Ternyata, shalat tarawih di pesantren ini tidak berbeda dengan di masjid-masjid lainnya. Meskipun waktunya hanya 15 menit, namun tetap khusuk. Lalu, bagaimana bisa 23 rakaat shalat tarawih selesai hanya dalam waktu 15 menit saja?
Pengasuh Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, KH Diya'uddin Az-Zamzami atau Gus Diya' mengungkapkan, mengapa shalat tarawih di pesantrennya terhitung ekspres. "Salat secepat itu bisa dilakukan karena imam salat hanya mengerjakan doa-doa wajib seperti niat salat, takbirotul ihram, baca Fatihah plus ayat pendek dan salam. Doa untuk ruku' disingkat jadi 'Subhanallah'. Lainnya hanya 'Allah-Allah' saja, Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk nabi Muhammad dan salam," katanya.
Menurut Pak Kiayi, salat Tarawih-Witir ekspres ini sudah berlangsung dari generasi ke generasi di pesantren yang sudah didirikan oleh KH Abdul Ghofur sekitar 160 tahun lalu. Shalat tarawih ekspres di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan ini telah menarik minat jemaah. Setiap malamnya, tak kurang dari 5.000 jemaah melaksanakan shalat tarawih di pesantren ini.
Sebagian besar jemaah adalah anak-anak muda, meskipun banyak juga orangtua yang shalat tarawih di pesantren ini. Anak-anak muda yang hadir tak hanya dari Blitar, tapi juga dari daerah-daerah di sekitarnya, seperti Kediri dan Tulungagung.* Uma – kisuta.com


