"Anu" Sueb
KISUTA.com - Jika dilihat dari fisiknya, Sueb sebenarnya seorang lelaki idaman wanita. Badannya tinggi, tegap, kulitnya putih, hidungnya mancung, dan dadanya bidang (berbulu lagi). Pokoknya, membuat ewes-ewes bablas banyune setiap perempuan.
Suatu hari ia merasakan ada masalah dengan alat vitalnya. Karena sejak kecil takut ke dokter, ia memeriksakan alat pembuat oroknya itu ke Mbah Dukun. "Mbah Dukun, saya punya masalah, tapi Mbah harus janji dulu untuk tidak tertawa nanti yah," kata Sueb.
"Baik, saya akan memegang janji untuk tidak akan tertawa, itu melanggar sumpah kedukunanku," jawan Mbah Dukun tegas.
Percaya dengan janji Mbah Dukun, Sueb segera membuka resleting celananya. Dan ya ampun, ternyata "anu" Sueb sangat kecil, hanya seukuran pensil 4B. Sungguh tidak seimbang dengan tubuhnya yang tinggi besar. Keruan saja, melihat itu si Mbah Dukun tak kuat menahan tawanya. Ia tertawa terpingkal-pingkal, sampai perutnya hampir kejang.
Setelah sepuluh menit, si Mbah Dukun baru bisa mengendalikan emosi ketawanya. "Sori Mas...hhh..hh.., saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi. Nah, sekarang masalahnya Mas apa?" kata Mbah Dukun sambil berusaha berjuang keras membuang rasa ingin ketawanya.
Dengan nada memelas, Sueb berkata setengah berbisik, "Tolong Mbah, "anu" saya ini sudah tiga hari bengkak begini...!!!"
Mendengar keluhan itu, si Mbah Dukun langsung ambruk kelenger, tak mampu menahan diri untuk tidak tertawa. (Dia pikir, saat bengkak aja segede pensil, "segede" apa saat normal, ya?).*
Zair Mahessa - kisuta.com


