Rabu, 3 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Wayang

Tiga Bidadari untuk para Putra Wisrawa

Minggu, 9 Agustus 2015

KISUTA.com - Pagi menjelang, suasana sunyi mencekam di pertapaan Kutarungu, pinggir hutan Dandaka. Dasarata mengajak Kausalya mempersiapkan diri untuk menghadapi Rahwana.

Dasarata: Garwaning pun Kakang, yayi Kausalya…sebaiknya adinda, menyamar sebagai emban. Jangan kelihatan kecantikan adinda. Aku minta bunga yang tersemat di rambut indahmu…

Kausalya: Kanda, bagaimana rencana kanda selanjutnya?

Dasarata: Yayi….yang akan aku lakukan ini ibaratnya… "Mbrojol saselaning garu".. yaitu bagaimana kita bisa melepaskan diri dari kesulitan, dengan kecerdikan kita.

Aku akan menciptakan Kausalya palsu dari sekuntum bunga yang menghiasi rambut Adinda. Kausalya palsu itulah yang akan aku serahkan pada Rahwana Yayi.

Dasarata kemudian mengheningkan cipta dengan khusuk. Karena kekhusukannya, datanglah pertolongan dari Batara Guru yang mewujudkan putri jadi-jadian dari kembang sanggul Dewi Kausalya.

Saat Rahwana datang menyerbu ke Pertapaan, Dewi Kausalya asli sudah di dandani selayaknya Emban. Mukanya di buat jelek dan kotor, badannya di baluri lumpur hingga bau anyir…oleh Rahwana Dewi Kausalya asli ini malah di bentak disuruh masuk dapur.

Putri jadi-jadian yang amat serupa dengan Dewi Kausalya itulah yang akhirnya dibawa pulang oleh Rahwana ke Alengka. Rahwana sangat puas karena menyangka putri jadi-jadian itu benar-benar Dewi Kausalya. Sesampainya di Alengka, Rahwana segera merayu Dewi Kausalya.

Rahwana: Jiiiaaa…hahahaha…Cah ayuuu, wuah, akhirnya keturutan juga aku mendapatkanmu Ooo Widowatiii..hhmm…jian sempurna…wuah, kulitmu begitu bening, hidungmu mbangir…hmm, bibirmu merekah delima….wah, tidak sabar ingin kukulum dindaku saying…eehm Widowatii..eh Kausalya..jangan diam saja…coba tengadahkan mukamu yang ayu…lihatlah aku, suamimu yang gagah ini…

(Rahwana terus berusaha merayu..tetapi Kausalya palsu tertunduk diam membisu)

Rahwana: Anak bebek namanya Meri, anak Kancil namanya Kethi,..Nasib baik mampir kemari, mbok wedokku titisan Widowati.... Wee Lha dalah, kamu ini pemalu sekali ya…lha kok diem saja…(Rahwana mencoba membelai pundak sang Dewi…dia berjingkat kaget karena merasa pundak itu sedingin es).

Wuueeee…kok dingin sekali…Kausalya…kamu diam membisu dan badanmu begitu dingin…kenapa seperti mayat tak bernyawa?!!!

Ucapan Rahwana yang penuh emosi itu sekaligus membuat badar sihir Dasarata pada Dewi Kausalya Palsu. Dewi Kausalya jadi-jadian itupun benar-benar mati.

Amarah Rahwana makin menjadi-jadi, dia mempersalahkan para dewa yang dianggapnya sebagai penyebab kekecewaan yang dialaminya.Tanpa pikir panjang dia segera mengumpulkan bala tentaranya untuk menyerang kahyangan Suralaya.

Cingkarabala dan Balaupata, penjaga pintu gerbang kahyangan Sela Matangkep sampai kewalahan menghadapi bala tentara Rahwana. Terpaksa Batara Indra datang menjumpainya, menanyakan apa maksud Rahwana menyerang kahyangan. Rahwana menyampaikan protesnya atas kematian Dewi Kausalya dan menuntut agar Dewi Sri Widowati diserahkan kepadanya.Tuntutannya ditolak, akhirnya terjadi pertempuran antara pasukan Rahwana dengan bala tentara kahyangan yang dinamakan Dorandara,yang dipimpin oleh Batara Citrasena dan Batara Prajapati.

Pasukan Dorandara kalah dalam pertempuran itu,selain merusak kahyangan,Rahwana juga menawan Batara Wiswakrama dan putrinya Dewi Sayempraba. Para dewa akhirnya membuat perjanjian perdamaian dengan Rahwana,dengan mengganti permintaan untuk mendapatkan Dewi Sri Widowati, kepada Rahwana diberinya tiga orang bidadari yaitu Dewi Tari,Dewi Kiswani,dan Dewi Triwati. Rahwana melihat ketiga bidadari itu juga cantik-cantik…dan yang penting “hidup”…. cukup puas dengan pemberian para dewa itu, akhirnya amarah Rahwana bisa diredakan dan Rahwana kembali ke Alengkadiraja membawa ketiga bidadari itu.

Sesampainya di Alengkadiraja, Rahwana disambut adik-adiknya, Kumbakarna, Sarpakenaka dan Wibisono.

Sarpakenaka : Kakaprabu…dari Kahyangan kakaprabu membawa 3 bidadari cantik-cantik…buat siapa saja itu?

Rahwana : Huahahaha…sebenarnya ya buat aku semua itu…eh tapi benar juga…mungkin aku hanya butuh satu bidadari..karena di keputren saja selirku hampir 2000…capek khan …huahahaha…bidadari ini juga cuma buat nyapih kerinduanku pada Widowati…nanti kalau ketemu titisan Widowati ya aku uber lagi…hemm..Widowati memang cinta sejatiku….(merenung sambil geleng-geleng kepala).

Sarpakenaka : Itu ada kakang Kumbakarno dan adi Wibisono…bidadari mana yang akan kakaprabu berikan pada mereka?

Rahwana (Matanya jelalatan memandang ketiga bidadari itu…Sesaat dilihatnya wajah Batari Tari, banyak mendekati Dewi Widowati, Rahwana meraih tangan Batari Tari dan segera di dudukannya di kursi disebelahnya): Wueeiiss…ini dia, Batari Tari anak Batara Indra yang akan aku jadikan Prameswariku….Yang dua itu silahkan dipilih oleh Kumbakarna dan Wibisana.

Setelah mendapat perkenan dari Kakaknya, Kumbakarna, maju untuk memilih terlebih dahulu. Dari kedua bidadari itu, Batari Kiswani terlihat sangat tenang…badannya duduk tegak, senyum terus membayang, pandangannya jernih menatap Kumbakarna tanpa rasa takut dengan penampilan Kumbakarna yang menyeramkan. Sedangkan batari Triwati, pucat pias dengan badan agak menggigil saat di dekati Kumbakarno…di sudut kerlingannya Batari Triwati terus mengerling pada Wibisono yang tampan.

Kumbakarna mendekati Batari Kiswani.

Kumbakarna: Ooohohoho…Sang Batari, aku lihat sikapmu demikian tenang…tidak takutkah engkau melihat penampilanku…

Kiswani: Mengapa harus takut ?...dari tadi engkau tidak melakukan apa-apa…engkaupun bersikap tenang penuh adat. Tidak kisanak aku tidak takut padamu.

Kumbakarna : Sang Bathari…engkau mendengar kata-kata kakakku…bahwa aku harus memilih salah satu diantara kalian sebagai istriku. Jika kamu yang aku pilih, bisakah kamu menjalani kehidupan rumah tangga bersamaku ? Yaksa yang segede gunung, menyeramkan dan tukang tidur?

Kiswani: Kisanak…sejak diserahkan dari Indraloka…aku sudah memutuskan apapun yang akan terjadi itulah pengabdianku. Kalau sekarang ternyata aku engkau pilih jadi sisihanmu…maka aku akan jalani pernikahan kita sebagai pengabdian… semoga kehadiranku di Marcapada menjadi pendampingmu, akan menjadikanmu lebih baik Kakang…

(Hati Kumbakarna bagai di ayun-ayun mendengarkan kalimat demi kalimat yang disampaikan penuh kedewasaan oleh Bathari Kiswani. Pilihannya sudah pasti Kiswanilah pendamping hidupnya…tekad Kumbakarna akhirnya terwujud dalam kehidupannya…Dia menjadikan Kiswani sebagai pendamping yang disayang, dihormati dan di banggakannya. Walaupun penampilannya Yaksa yang mengerikan, tapi budi pekerti Kumbakarno sangat tinggi. Dia mencintai Kiswani dengan tulus…mereka memiliki 2 orang putra…Kiswani Kumba dan Mba Kinumba…Pasangan ini hidup rukun dan bahagia di panglebur gangsa).

Karena Batari Kiswani sudah dipilih oleh Kumbakarno, akhirnya Batari Triwati diserahkan kepada Wibisaana, dan menjadi istri Wibisana.

Setelah kakak-kakak dan adiknya mendapatkan jodohnya, Sarpakenakapun rewel…minta di nikahkan, dan saat ditanya oleh Rahwana siapa pilihannya, Sarpakenaka mengajukan 3 calon langsung, yaitu Detya Katakili, guru olah kanuragannya, Detya Kaladusana komandan angkatan perang Alengkadiraja, dan Kala Nopati salah satu pengawal pribadi Rahwana… Rahwana hanya terbahak-bahak mengiyakan nafsu suwiyah Sarpakenaka yang luarbiasa. 3 Suami itu baru pada pernikahan pertamanya…dalam perjalanan hidupnya kehidupan Sarpakenaka banyak diwarnai perselingkuhan dan kemaksiatan, mengumbar syahwat tanpa rasa malu…simpanan-simpanannya lebih dari 100 orang termasuk Kalamarica dan Detya Anggrisana.*

Ira Sumarah Hartati Kusumastuti - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya