Rabu, 3 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Wayang

Rahwana Gora

Minggu, 23 Agustus 2015

KISUTA.com - Saat Anoman masih terus menjalani lelaku untuk menempa pribadi dan kesaktiannya di Jonggringsaloka, di tengah hutan Dandaka, Prabu Rahwana sedang berburu ditemani putranya Indrajit , adiknya Gunawan Wibisana dan Patih Prahasta.

Di tengah hutan dilihatnya ada sebentuk kera seukuran tubuh manusia yang bertapa ngalong, dengan kepala tergantung ke bawah. Rahwana melepas jemparingnya, dan berharap dapat memiliki kera tersebut untuk dipelihara di Alengkadiraja dan jadi pameran bagi para istrinya.

Rahwana tidak sadar bahwa kera itu adalah Resi Subali yang sakti mandraguna. Karena itu saat jemparing Rahwana mendesing mendekati Subali...dengan gerakan salto yang indah, Subali menghindari anak panah itu, bahkan secara menakjubkan anak panah itu bisa ditangkapnya dengan mulutnya.

Mulut Rahwana terpana melihat ketrampilan Resi Subali. Terjadilah perang tanding di antara mereka. Ternyata Subali lebih sakti dan tangguh dari Rahwana. Dengan ilmu Pancasonanya, walaupun beberapa kali Rahwana berhasil membunuh Subali dengan curang, Subali bisa hidup kembali. Mulailah kelicikan Rahwana keluar untuk mencapai tujuannya. Saat bisa menjauh dari cecaran Subali, Rahwana tiba-tiba berlutut, sungkem di kaki Subali. Menyatakan takluk dan minta di aku sebagai saudara muda.

Kelihatannya Resi Subali sudah terpedaya melihat raksasa yang begitu sopan dan mau menghargai dirinya. Resi Subali berkenan pula menerima persaudaraan yang ditawarkan Prabu Rahwana. Sejak saat itu mereka kelihatan sering bersama. Mereka saling kunjung mengunjungi. Sudah beberapa kali Subali diajak Prabu Rahwana ke Alengka demikian pula sebaliknya. Hingga akhirnya keduanya memahami hubungan mereka sebagai ipar karena persaudaraan Batari Tari dan Batari Tara.

Dengan berjalannya waktu Prabu Rahwana sudah tidak sabar untuk mendapatkan aji Pancasona yang dimiliki Subali. Kini sudah saatnya Prabu Rahwana memperdaya Resi Subali untuk bisa menguasai aji Pancasona. Hal ini dilakukan Prabu Rahwana untuk yang kedua kalinya. Pertama dilakukan terhadap kakak tirinya bernama Prabu Danaraja raja negeri Lokapala. Prabu Danaraja dibunuh setelah menyerahkan aji Rawerontek pada Prabu Rahwana, Sepeninggal Prabu Danaraja,Prabu Rahwana menguasai kerajaan Lokapala.

Setelah Prabu Rahwana bertemu dengan Resi Subali, Prabu Rahwana mengemukakan bahwa banyak bahayanya yang dihadapi Resi Subali, apabila bertapa seorang diri di hutan Sunyapringga yang masih banyak binatang buasnya. Prabu Rahwana sanggup menjaga keselamatan Resi Subali sewaktu bertapa. Namun apabila ada musuh yang sakti Prabu Rahwana tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk itu Prabu Rahwana minta aji Pancasona untuk menjadi kekuatannya dalam menjaga keselamatan Resi Subali.

Tanpa berpikir panjang Resi Subali segera menyalurkan aji Pancasona ke tubuh Prabu Rahwana. Aji Pancasona telah merasuki tubuh Prabu Rahwana. Setelah merasakan aji Pancasona telah memasuki tubuhnya, Rahwana tiba-tiba menyerang Subali. Kagetlah Subali menghadapi Prabu Rahwana, dia sungguh tidak menyangka Rahwana akan selicik itu.

Mereka berdua terlibat pertarungan yang dahsyat dan berimbang, namun walaupun secara kelincahan dan aji-aji kesaktian Prabu Subali masih bisa mengungguli Rahwana..dengan adanya Rawa Rontek dan Pancasona yang membuat Rahwana tidak bisa mati...kekuatan Resi Subali seakan tersedot dalam pertarungan itu. Akhirnya Resi Subali kehabisan nafas dicecar tendangan-tendangan Rahwana. Rahwana berniat membunuh Subali, namun Wibisana, adik Prabu Rahwana mencegahnya, Wibisana mengingatkan bahwa kedua istri mereka bersaudara..apa gunanya membunuh Subali.

Wibisana: Kakaprabu...tunggu dulu...jangan bunuh Resi Subali...lebih banyak kerugiannya dibanding keuntungannya kanda...

Rahwana: Weh, Wibisana bocah lemes...apa maksudmu...kalau aku bunuh, selesai sudah. Tidak akan merepotkan jadi dendam di masa depan...

Wibisana: Ah, kenapa takut dendam? Paduka pemegang aji Rawarontek dan Pancasona, siapa yang sanggup mengalahkan paduka?

Rahwana: Hua hahahaha bener..bener....hahaha...terus apa keuntungannya?

Wibisana: Banyak keuntungannya Kakaprabu...berguru pada Resi Subali, sampai paduka mendapat aji Pancasona kang linuwih...itu berarti paduka Golek Banyu Bening...berhasil mencari ilmu dari Guru yang baik...paduka mengedepankan bahwa ngupadi ilmu mangkono kudu ateken tekun atemah tekan...mencari ilmu itu harus sabar, telaten, sungguh-sungguh sampai paripurna...sekarang sudah paripurna, ilmu sudah ada ditangan, mengapa harus dikotori dengan pembunuhan pada guru sendiri, yang sejatinya juga ipar paduka...(Wibisana terus mengayun perasaan Rahwana dengan pujian-pujian hingga luluhlah hati Rahwana).

Selamatlah resi Subali dari kekejaman Rahwana. Rahwana dan pasukannya meninggalkan hutan Sunyapringga. Subali kembali ke istana Goa Kiskenda untuk menjumpai istrinya, dan menceritakan betapa Rahwana sudah Gora (tidak jujur/menipu).*

Ira Sumarah Hartati Kusumastuti - kisuta.com

 


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya