Pria 43 Tahun Ini Seumur Hidup Telanjang Bulat
KISUTA.com - Nyaris seumur hidupnya, Subal Barman tak pernah mengenakan pakaian alias telanjang bulat. Petani berusia 43 tahun asal India ini mengidap penyakit kulit langka.
Kelainan itu membuat Subal Barman, warga desa Rajpur, negara bagian Bengal Barat, India, sangat menderita jika kulitnya bersentuhan dengan benang. Artinya, dia tidak bisa memakai pakaian apapun.
Dikabarkan Mirror, Sabtu pekan lalu, jangankan pakaian, bagi Barman sepasang kaus kaki sudah bisa membuat kulitnya melepuh.
"Sejak kecil saya menyadari tidak bisa mengenakan pakaian. Baju atau celana membuat kulit saya serasa terbakar, rasa sakitnya tidak tertahankan," kata Barman.
Kelainan aneh itu baru disadari keluarga Subal, ketika dia menginjak usia tiga tahun. Saban diberi pakaian, Barman akan selalu kesakitan.
Dokter baru menemukan penyebabnya saat Barman berusia lima tahun. Sayang, keluarganya yang miskin membuat Barman endapat perawatan yang laik.
Seiring waktu, Subal Barman alhirnya ke mana-mana selalu telanjang, termasuk ketika bekerja di ladang. Warga desanya pun tidak pernah protes saat Barman yang semakin dewasa memilih telanjang saban hari. "Warga desa sudah tahu saya memiliki kelainan, sehingga tidak ada yang mengejek saya karena tidak berpakaian," ungkapnya.
Karena terpaksa telanjang, bukan berarti Barman lebih suka musim panas dibanding musim dingin. Kulitnya ternyata juga sulit menahan cuaca panas.
"Ketika musim panas saya harus mandi berkali-kali karena kulit rasanya juga seperti melepuh," katanya.
Menurut Pakar Kulit Hywel Williams dari British Skin Foundation, kasus Subal Barman sebetulnya bisa disembuhkan. Alergi yang dia derita disebut Dysaesthesia. Seandainya keluarga Subal punya dana, dokter bisa mencari saraf pusat yang membuat tubuhnya sensitif terhadap bahan yang bersentuhan dengan kulit.
Sayang, penyakit ini membuat Barman tidak punya istri sampai sekarang. Dia hidup sebatang kara, setelah ayah dan ibunya meninggal berurutan 12 tahun lalu.
Tapi Subal Barman tidak pernah menyesal punya kelainan kulit. "Saya percaya Tuhan menciptakan saya untuk alasan yang khusus. Di mata-Nya, saya pasti dianggap spesial."* das - kisuta.com


