Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
M. Baiata Farisi dan M. Zulfikar Avicenna

Dua Siswa SD Ini Ciptakan Pembasmi Rayap dari Buah Bintaro

Selasa, 3 November 2015

KISUTA.com - Melihat rak buku di perpustakaan sekolahnya habis dimakan rayap, Muhammmad Baiata Farisi (11) dan Muhammad Zulfikar Avicenna (10) terinspirasi menciptakan pembasmi rayap. Berkat idenya membuat pembasmi rayap dari buah bintaro, kedua siswa SD Semesta Bilingual Boarding School, Semarang ini meraih medali perak di ajang internasional yaitu 2015 World Creativity Festival di Daejeon, Korea Selatan bulan Oktober lalu.

"Rak buku di perpustakaan dimakan rayap. Terus cari di internet cara membasminya dan ketemu buah bintaro," kata Avicenna, bocah kelas VB yang biasa disapa Cenna saat ditemui detikcom di sekolahannya di Jalan Setyabudi Semarang, Senin (2/11/2015).

Cenna bersama Farisi, temannya di kelas VIA serta dibantu seorang guru pembimbing, Umarudin memutuskan memanfaatkan buah bintaro yang beracun itu sebagai pembasmi rayap. Apalagi buah bintaro atau pongpong fruit atau carbera manghas sangat mudah ditemukan di sekitar sekolah mereka, yaitu daerah Tembalang dan Banyumanik.

“Buah bintaro pun sudah terbukti mampu membasmi tikus, sehingga kita mencoba memanfaatkannya untuk membasmi rayap,” katanya.

Cenna dan Farisi kemudian membuat cairan terminator (termite exterminator) dari buah bintaro. Awalnya Farisi memotong buah bintaro menjadi kecil-kecil kemudian diblender sampai halus. Hasil blender ditimbang hingga 100 gram lalu dicampur air sulingan atau aquades seberat 300 gram. Campuran itu diaduk hingga mencampur dan disaring. Cairan yang sudah jadi didiamkan selama dua hari untuk ekstraksi sebelum digunakan.

Ketika disemprotkan kepada kumpulan rayap, ternyata cairan buah bintaro tersebut sangat ampuh, hanya tiga kali semprot, maka rayap mati seketika. “ "Kami lakukan percobaan dua kali. Yang pertama gagal. Terus yang kedua berhasil. Itu satu bulan sebelumnya (sebelum lomba di Korea)," kata Farisi.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya