Goro-goro Mandura
KISUTA.com - Kerajaan Mandura, di sisi lain hutan Wanamarta, adalah kerajaan dari wangsa Yadawa, yang diperintah oleh Prabu Suradewa atau Prabu Basukunti.
Raja yang bijaksana ini menikah dengan Dewi Dayita putri Prabu Kunti dari negeri Boja. Dari perkawinan ini lahirlah berturut-turut, Dewi Pritha, Raden Arya Basudewa, Raden Arya Prabu Rukma, dan Raden Ugrasena.
Pada masa pemerintahan Prabu Basukunti, kesenian di negri Mandura berkembang dengan pesat, tersebutlah seorang seniwati serbabisa, waranggana (penyanyi) dan penari yang cantik jelita bernama Ken Sayuda.
Kecantikan Ken Sayuda membuat para pangeran Mandura belingsatan.
Dimulai dari Raden Arya Basudewa, dengan segala kekuasaan dan daya tariknya sebagai pangeran muda, terjadilah perzinahan di antara mereka. Perzinahan ini diketahui adiknya Raden Arya Prabu Rukma. Bukannya menghentikan kelakuan bejad kakaknya pangeran muda ini ikut menggilir si Waranggana cantik, yang mandah saja menjadi budak nafsu para pangeran Mandura. Pangeran bungsu Raden Ugrasena, juga setali tiga uang dengan kakak-kakaknya. Melihat kepasrahan dan kecantikan Ken Sayuda, Ugrasenapun memanfaatkannya untuk melayani nafsu birahinya.
Demikianlah nafsu maksiat telah mengguncangkan kerajaan Mandura. Permaisuri Dayita, mendengar desas desus ini dari para emban, dengan kepedihan seorang ibu, dicurahkannya isi hatinya pada Limbuk dan Cangik, emban-embannya yang setia.
Dayita: Tobat biyung...rasanya hina sekali melihat kelakuan anak-anakku, bagaimana mungkin mereka bisa sebejad itu dengan seorang wanita...
Limbuk: Ya..bisa didugalah Gusti....mereka anak-anak muda yang sedang tumbuh, nafsunya sedang bergejolak..Eeee kok ya ndilalah ada sarananya...ya bablas angine to Gusti...
Cangik: Mbuk..genduk...kamu itu kalau ngomong jangan seenaknya saja...ini kejadian memalukan, para pangeran berbuat nista..kok kamu malah menggampangkan masalah, seakan perbuatan nista ini ngga masalah ...hiiih bagaimana sih kamu...
Limbuk: Biyung...bukannya aku menggampangkan masalah...lha udah terjadi gitu lho...lha kok ya si Ken Sayuda itu mau aja digilir para putra raja...lah...apa ngga pakai perasaan ya..sana mau, sini mau semua dimauin..hidiih jijik bener...
Cangik: Hus...kamu itu ..lha si Ken Sayuda ini khan cuma waranggana...dia ngga punya keberanian buat menolak...wong yang mauin para pangeran...begitulah nasib wanita rendahan...
Dayita: Sudah...sudah...biyung berdua, sedih dan sesak nafasku melihat kelahuan anak-anakku yang tidak bisa menahan nafsu...Duh Jagad Dewa Bathara...aku memprihatinkan putriku Dewi Pritha, lingkungan seperti ini sungguh tidak sehat untuknya. Biyung...aku ingin mengungsikan putriku ke kerajaan Boja. Kebetulan kakakku prabu Kuntiboja tidak memiliki anak...mungkin lebih baik, putriku menjadi putri angkatnya di sana.
Permaisuri Dayita, melaksanakan rencananya ini dengan persetujuan Prabu Basukunti. Kebetulan hubungan Prabu Basukunti dengan iparnya yang juga sepupunya Prabu Kuntiboja sangat dekat bak saudara kandung. Prabu Kuntiboja sangat berbahagia memiliki putri angkat yang masih keponakannya sendiri yang jelita, sejak menjadi putri Prabu Kuntiboja, nama Dewi Pritha diubah menjadi Dewi Kunthitalibrata, agar mirip dengan nama Sang Prabu Kuntiboja.
Prabu Basukunti segera melakukan beberapa tindakan untuk meredakan goro-goro amuk berahi di kalangan para pangeran. Dipanggilnya Demang Sagopa pemelihara kuda istana.
Atas titah baginda, Kyai Sagopa diminta mengawini Ken Sayuda, dan membesarkan anak-anak haram hasil hubungan Ken Sayuda dengan para Pangeran Mandura, yaitu Arya Widura dari hasil hubungan gelapnya dengan Basudewa, dari hubungan gelap dengan Arya Prabu Rukma, Ken Sayuda memiliki anak Arya Pragota dan Arya Adimanggala, dan hubungan gelapnya dengan Raden Ugrasena, melahirkan Dewi Larasati. Sejak menikah dengan Demang Sagopa, Ken Sayuda mengubah namanya menjadi nyai demang Sagopi dan bersama suaminya tinggal di tanah perdikan Widara Kandang.
Selain menikahkan Ken Sayuda dengan Demang Sagopi, sang Prabu segera menata langkah-langkah untuk putra-putranya.
Basudewa dinikahkan dengan Dewi Mahira dan diberikan tahta Mandura karena Prabu Basukunti berniat menjadi Brahmana.
Arya Prabu Rukma dinikahkan dengan Dewi Rumbini, putri Prabu Rumbana dari kerajaan Kumbina.
Ugrasena dinikahkan dengan Bathari Warsini, karena jasanya mengalahkan Prabu Garbaruci yang menyerang Jonggringsaloka, pasangan Ugrasena dan Bathari Warsini memerintah kerajaan Lesanpura bekas kerajaan Garbaruci.*
Ira Sumarah Hartati Kusumastuti - kisuta.com


