Sastra & Humor
Puisi
Ruang Dalam
Rabu, 27 Januari 2016
bulan gelap. Hujan lebat sepanjang malam,
aku masuk ke dalam diriku. Ada yang terluka,
dengan tetes darah segar. Lalu kehidupan
yang porak-poranda. Lengang sepanjang pandang.
"kau bilang merindu Dia?" tanya lintah. Risik
daun bambu di halaman. "Tapi yang kau ingat,
melulu daging basah," tuding pagar besi,
dan alir air yang ngalir ke arah kiblat. Dan aku
terkapar tanpa daya di atas ranjang
dengan kain serba putih, melampaui warna susu,
pun dinding tembok dengan warna yang sama.
dalam puncak keheningan, terdengar samar
seseorang melantunkan At Takatsur. Tangki
airmataku bedah sudah. Menyungai lagi
2012
Soni Farid Maulana - kisuta.com
BAGIKAN
BERI KOMENTAR
Terkini


