Intinya, Doa
KISUTA.com - Tahukah Anda lagu apa yang paling banyak dikenali dan dihafal di dunia? Yang jelas bukan ”Beat It” dari Michael Jackson, ”Hey Jude” (The Beatles), ”New York New
York” (Frank Sinatra), ”Stairway to Heaven” (Led Zeppelin), atau ”Comfortably Numb” (Pink Floyd), bukan pula ”Canzonetta Sull’aria” (Mozart) . Pada 1998, buku pencatat rekor dunia, Guinness Book of World Records, secara resmi mencantumkan ”Happy Birthday” sebagai lagu paling populer.
Entah bagaimana metodeloginya, yang jelas selama ini Guinness Book of World Records punya reputasi baik dalam menentukan sesuatu yang ”ter” dan ”paling” di jagat ini. Jadi, ketika karya komposisi yang diciptakan warga Amerika Serikat, Patty Hill dan Mildred J Hill, pada 1893 itu dianggap sebagai lagu yang paling dikenali di dunia, ya kita percaya saja.
Memang, nyaris tak ada orang tidak mengenal lagu ”Happy Birthday”. Dengan berbagai versi sesuai latar belakang budaya masing-masing, lagu itu menjadi ”lagu wajib” dalam setiap perayaan atau peringatan hari lahir seseorang.
Ya, hari ketika kita pertama kali menghirup udara, melihat cahaya, merasakan sentuhan, dan menyapa dengan tangisan, adalah momen yang sangat istimewa. Tidak jarang jika kemudian kita memosisikan hari itu secara khusus, bahkan sangat khusus. Bagi mereka yang punya uang, hari istimewa itu dirayakan dengan pesta besar, mewah, dan meriah. Bagi yang kebetulan tidak punya uang, ya cukup dengan berdoa. Dan, biasanya, di hari yang istimewa itu, segala macam doa kebaikan disampaikan. Itulah intinya, doa.
Sebagai suatu perayaan, momen ulang tahun tidak bisa lepas dengan kebiasaan. Artinya, momen yang sama tidak kemudian harus diperlakukan sama antara satu orang dengan orang lain, antara satu keluarga dengan keluarga lain. Karena bukan hal yang mutlak, merayakan ulang tahun tidak menjadi sebuah kewajiban, sunat pun tidak. Dirayakan mangga, tidak pun teu kunanaon.
Jadi, tidak ada yang salah dengan pesta ulang tahun yang mewah dan meriah, sepanjang bisa memberikan kebahagiaan bagi yang berulang tahun dan membagi kebahagian kepada mereka yang turut merayakannya. Jadi, dirayakan atau tidak, makna dan hakikat dari ulang tahun pada prinsipnya sama saja, yakni bersyukur atas waktu dan umur yang diberikan Tuhan.
Selain itu, momentum ulang tahun biasanya dimanfaatkan untuk berkontemplasi tentang siapa kita, apa yang sudah, sedang, dan akan kita lakukan dalam mengisi dan mensyukuri nikmat. Kita juga harus punya kesadaran diri bahwa ketika angka umur kita bertambah, sejatinya jatah waktu kita berkurang.
Memang, idealnya sih setiap hari bahkan setiap saat kita wajib bersyukur. Akan tetapi, kita kerap lupa. Makanya, momen ulang tahun biasanya dimanfaatkan untuk itu. Ya..lumayanlah daripada henteu pisan hehe.
Seiring dengan bertambahnya usia, tentunya pengalaman juga bertambah. Nah, pengalaman ini lah yang membedakan satu individu dengan individu lainnya, terutama dalam memandang dan menyikapi kehidupan. Kita tentu akan berusaha memperbaikinya jika kita punya suatu pengalaman buruk dalam kehidupan kita.
Siapa pun tentunya tidak akan mau terperosok ke dalam lubang yang sama, terjebak dalam permasalahan itu-itu lagi. Oleh kaerna itu, dengan berbekal pengalaman yang kita peroleh selama ini, menjadi kewajiban kita untuk menata dan memantapkan orientasi hidup yang jauh lebih baik.
Selamat ulang tahun bagi mereka yang lahir hari ini. Mugi dipasihan kasehatan, yuswa anu panjang tur barokah... amin.***


