Sastra & Humor
Puisi
Bulan Madu
Minggu, 31 Januari 2016
bila cahaya bintang menjangkau ceruk
daging merahmu; lagu yang kau lantunkan
menarik jiwaku ke lantai hatimu, menari, seirama
gerak tubuhmu, cintaku. Tamasya yang tak
terbayangkan ini, sungguh nikmat. Betapa,
lezat kuning jantung pepayamu di luar
jangkauan Cezanne, "Ingat Monet, teratai biru?"
bisikmu. Ya, aku ingat, di sebuah museum
yang lengang di Paris, musim salju. Kau singkap
rahasia terdalam, cintamu kepadaku lebih biru
dari teratai Monet, apa pun itu. Dan kini, kau kembali
menjelajahi tubuhku hingga kilau pelangi terbit
sudah, menumpas gelap dalam kalbuku. Lalu
angin dingin bergetar di kain kelambu.
2000
Soni Farid Maulana - kisuta.com
BAGIKAN
BERI KOMENTAR
Terkini


