Selasa, 2 Juni 2026
Artikel Opini
Esai

"Kajajaden"

Kamis, 4 Februari 2016

KISUTA.com - Sepulang sekolah, Hanin, putri sulung saya hariweusweus. Ia menceritakan kabar dari temannya, bahwa di dekat rumahnya semalam ada bagong kajajaden. "Apa emang ada makhluk yang begitu, Bu?"

Dengan bijaksana, ibunya menerangkan, konon, makhluk itu jelmaan manusia menjadi babi. Tujuannya untuk memperkaya diri mencari uang dengan cara tak halal. Mendengar ini, saya langsung berkomentar, "Hari gene masih ada bagong kajajaden."

"Ih, si Ayah mah, zaman werit begini, banyak orang yang mencari uang dengan cara tak halal, meski harus menggadaikan hidup dan imannya pada iblis," ujar istri saya.

Mendadak saya langsung gura-giru menyambar laptop. Langsung masuk ke kamar mandi. Masih terdengar istri saya berkomentar, "Tuh, nya si ayah mah kalau ada ide tulisan teh, pasti begitu."

Saya langsung menghidupkan laptop, sambil duduk di kloset duduk. Perkataan istri saya itu ada benarnya. Orang saat ini, apa pun dilakukan untuk mencari uang. Termasuk dengan menjelma atau kakajaden menjadi babi. Itu dilakukan orang-orang yang ingin segera kaya. Mereka sudah tak percaya, bahwa Allah SWT telah memberikan rezekinya dengan sangat bijaksana.

Saya berpikir, bagaimana jika orang yang sudah makmur, punya kedudukan yang enak dan empuk, gaji sudah mencukupi, punya rumah, mobil lebih dari satu, istri dan anak-anak juga tercukupi, namun masih korupsi. Jangan-jangan binatang seperti babi atau tikus "kajajaden" menjadi manusia. Kemudian mereka "menyamar" dengan menjabat dan menduduki jabatan di berbagai institusi pemerintahan, maupun di lembaga lainnya.

Buktinya, mereka ada yang terlibat dalam kasus korupsi. Entah dengan menerima suap atau menggelembungkan anggaran. Padahal, apa coba kekurangan mereka dalam materi.

Mendadak di dalam WC, saya merasa sumpek. Saya segera keluar dan mendapati istri saya masih berbincang dengan Hanin dan Farhan, adiknya di ruang tengah. "Kok, Ayah menatap Ibu begitu?" kata Hanin, saat melihat kedatangan saya. "Ini betul-betul Ibu lho, Yah, bukan Ibu kajajaden," lanjutnya sambil tertawa. Hahaha..."***


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya