Selasa, 2 Juni 2026
Artikel Opini
Semangat pagi...

Tentang Harta

Jumat, 5 Februari 2016

KISUTA.com - Seorang ulama salaf berkata, "Harta merupakan senjata orang Mukmin. Harta disiapkan untuk menghadapi kefakiran yang nyaris mengakibatkan kekafiran".

Sehubungan dengan pernyataan itu, orang-orang berkomentar, "Berdaganglah dan berusahalah, sebab kalian hidup pada suatu zaman yang apabila salah seorang di antara kalian berurusan di pengadilan, maka yang pertama kali dimakan, ialah agamanya."

Ada pula yang menangkap makna lain dari pernyataan itu. Di saat melepas jenazah orang-orang tersebut berkata, "Pergilah ke tokomu!"

Ibnu 'Arabi memaknai ayat yang berhubungan dengan ungkapan ulama itu sebagai berikut: Dalam ayat Madaniyah, Allah mendorong manusia agar memelihara harta kekayaan. Nisalnya Allah menyuruh manusia mencatat utang piutang, menghadirkan saksi dalam suatu transaksi, dan memberikan jaminan atas suatu pinjaman.

Perintah tersebut sejalan dengan pertimbangan akal, sebab selama manusia tidak berkonsentrasi, tidak mungkin mengupayakan keuntungan dunia dan akhirat. Dan konsentrasi tidak akan terjadi kecuali dengan sarana harta, sebab harta memungkinkan manusia untuk meraih manfaat dan mencegah madarat.

Barangsiapa yang menginginkan harta untuk tujuan seperti itu, maka baginya harta merupakan sarana utama untuk meraih kebahagiaan akhirat. Namun, barangsiapa yang menginginkan harta untuk memenuhi hasrat dirinya dan memanfaatkan wujudnya, maka harta merupakan kendala utama bagi diperolehnya kebahagiaan akhirat.* Abu Ainun/Pengalaman Ruhaniah Kaum Shufi" - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya