Sastra & Humor
Puisi
Jazz Biru Jernih
Minggu, 7 Februari 2016
bergetar jaringan urat syaraf
di sekujur tubuhku: kau arsir
dengan halus tanganmu,
mencairkan darahku yang nyaris beku
kata-kata yang kau lantunkan
sungguh racun bagi sukmaku.
malam kian larut dan tua. Dan cicak
menafsir desah napasmu di dadaku.
sedang maut berdiri tegak di situ,
memulas langit dengan warna lipstick
yang aneh. Lalu tiang listrik terdengar
dipukul orang, "Jam berapa?"
tanyamu. Sayup adzan subuh
dari arah yang jauh
1996
Soni Farid Maulana - kisuta.com
BAGIKAN
BERI KOMENTAR
Terkini


