Sastra & Humor
Puisi
Kenangan
Rabu, 24 Februari 2016
deras air sungai, suara angin dan turaes: melayangkan
ingatanku kepadamu. Tujuh ekor kupu-kupu terbang mengitari
bunga rerumputan; seperti dalam lukisan dalam sebuah
majalah. "Ini kupu-kupuku, ini wujud sintaku kepadamu,"
katamu saat itu. lalu kau palingkan matamu ke arah rumpun
tomat liar dengan buah sekuning nanas, yang tumbuh di
halaman belakang. Inikah firdaus yang hilang? Tanya tanpa
jawab menggema di kedalaman. Berjuta ton kesepian yang kau
bongkar dari bibirku; tinggal kenangan; seperti kilau musim
semi yang cepat berganti. Lalu nyeri musim dingin datang
berulang: begitu nyata di kalbuku. Di kalbuku
2002
Soni Farid Maulana - kisuta.com
BAGIKAN
BERI KOMENTAR
Terkini


