Senin, 4 Mei 2026
Sastra & Humor
Puisi

Kenangan

Rabu, 24 Februari 2016

deras air sungai, suara angin dan turaes: melayangkan
ingatanku kepadamu. Tujuh ekor kupu-kupu terbang mengitari
bunga rerumputan; seperti dalam lukisan dalam sebuah
majalah. "Ini kupu-kupuku, ini wujud sintaku kepadamu,"
katamu saat itu. lalu kau palingkan matamu ke arah rumpun
tomat liar dengan buah sekuning nanas, yang tumbuh di
halaman belakang. Inikah firdaus yang hilang? Tanya tanpa
jawab menggema di kedalaman. Berjuta ton kesepian yang kau
bongkar dari bibirku; tinggal kenangan; seperti kilau musim
semi yang cepat berganti. Lalu nyeri musim dingin datang
berulang: begitu nyata di kalbuku. Di kalbuku

2002

Soni Farid Maulana - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya