Senin, 4 Mei 2026
Sastra & Humor
Wayang

Narayana dan Rukmini

Sabtu, 27 Februari 2016

KISUTA.com - Dewi Rukmini cemberut dipelukan Narayana, di sisi taman Praja Kumbina. 

Rukmini: Kakang,..seribu pangeran dan raja dari negara tetangga sudah menanggapi sayembara yang diprakarsai kakang Rukmana untukku...bagaimana hubungan kita kakang...?

Narayana: Rukmini kekasihku...sepertinya jelas maksud mimpimu dan mimpiku, bahwa Bathari Laksmi telah menitis padamu, dan Bathara Wisnu menitis padaku...jadi yayi, seharusnya kita memang bersanding sebagai suami istri... 

Rukmini: Aku tahu kakang...tetapi, bagaimana menghadapi sayembara ini...maaf, paduka bukan raja atau pangeran pati...pangeran pati Mandura adalah kanda Baladewa, bagaimana paduka menghadapi kakang Rukmana dan ayahanda Prabu Bismaka yang mensyaratkan bahwa peserta sayembara haruslah raja atau pangeran pati? 

Narayana: Rukmini...kalau engkau percaya padaku, maukah engkau lari bersamaku? Aku akan menyembunyikanmu untuk sementara waktu, sambil aku mencari negara taklukan, hingga aku layak memperebutkanmu... 

Dewi Rukmini tersenyum dan mengangguk. Dia yakin, apa yang direncanakan oleh Narayana tentu yang terbaik baginya. Karena, bukankah secara takdir Narayana memang jodohnya. Malam itu, Rukmini tidur dengan nyenyak, rencana Narayana untuk melarikan dirinya, dia simpan erat-erat sebagai bunga mimpinya. 

Di Istana Hastinapura, Pandita Durna gerah wuyung, makan tak enak, tidur tak nyenyak, bayangan Dewi Rukmini yang jelita dan pesona kedudukan sebagai menantu raja Bismaka dari praja Kumbina, menggoda imannya. Durna yang sebenarnya memang tidak mencintai Dewi Krepi istrinya, telah meminta kesediaan Dewi Krepi untuk bersedia dimadu dengan Dewi Rukmini. Sekali lagi alasannya adalah untuk menaikkan derajad dan kedudukan. 

Dewi Krepi: Kakang, apapun alasan yang engkau pakai untuk beristri lagi...aku sudah tidak peduli. Terus terang, engkau tahu niat pernikahanku denganmu bukan dilandasi oleh katresnan, aku wanita mandul...menjadi istrimu dan memiliki anak Aswatama yang diketahui awam sebagai anakku, sudah menutupi kekuranganku. Jadi apa lagi yang aku harapkan silahkan lakukan apa yang kau mau kakang... 

Durna: Aduuuhhh...engkau memang istriku yang besar hati, mulia tak ada bandingannya Krepi...jangan khawatir, kalau harta dan kedudukan telah ada dalam genggamanku, tentu engkaulah yang pertama kali akan aku manjakan...karena engkau istri pertamaku... 

Durna memeluk Dewi Krepi dan melontarkan janji-janji muluk dan rayuannya yang dahsyat. Dewi Krepi hanya tersenyum dingin. Sekian lama menjadi istri Durna, sudah makin dikenalnya watak pelit dan ingkar suaminya. Mana pernah Durna memberikan penghasilannya ke istrinya, selain memenuhi sebatas permintaan istrinya saja. Tapi Krepi sudah tak peduli, perasaan dan harapannya pada sang suami sudah mendingin, di sisa usianya Krepi seakan mengalir menggenapi takdirnya saja. 

Di kerajaan Kumbina, Prabu Bismaka dan Raden Rukmana menerima utusan Hastinapura, yang membawa lamaran Pandita Durna untuk Dewi Rukmini. "Raden Aswatama, sampaikan pada ayahandamu, putriku Rukmini hanya mau diperistri oleh Sang Pandita, dengan kedudukan sebagai Garwa Padmi, itupun dengan syarat, sang Pandita harus mbabar teka-teki...apa sejatining lanang dan apa sejatining wadon itu". 

Pandita Durna adalah Guru Besar Hastinapura, 1000 raja dan pangeran tidak ada yang sanggup menandingi kesaktiannya, apalagi menjawab teka-teki Dewi Rukmini. Tetapi, saat sang Pandita dengan jumawa melangkah ke Sitihinggil untuk menjawab teka-teki itu, kerajaan Kumbina heboh karena Dewi Rukmini hilang dilarikan duratmaka. Prabu Bismaka segera memerintahkan raden Rukmana mengejar maling yang melarikan adiknya, pasukan Kurawapun ikut heboh mengejar maling Dewi Rukmini. 

Sementara itu Raden Narayana yang melarikan Dewi Rukmini telah menitipkan sang Dewi ke kelurahan Karang Tumaritis dibawah penjagaan ki lurah Badranaya dan Dewi Sutiragen. Sang Narayana sendiri menyerbu Praja Dwarapati sesuai petunjuk Bathara Narada untuk memerangi Prabu Kalikresna Raja Denawa yang memerintah kerajaan itu dengan bengis. 

Sebagai Titisan Wisnu Narayana dengan mudah mengalahkan Prabu Kalikresna dibantu kakaknya yang menyapu bersih pepatih dan panglima yaksa Dwarawati. Dengan kemenangan ini bertahtalah Narayana dengan Gelar Prabu Shri Bathara Kresna, didampingi para Patih ...raden Setyaki putra Raja Ugrasena pamannya dari Lesanpura, dan Arya Udawa saudara satu ayah beda ibu, anak Ken Sayuda dan Prabu Basudewa. 

Setelah berhasil menjadi Raja di Dwarawati, Shri Bathara Kresna mengembalikan Rukmini dan mengajukan lamaran secara resmi kepada Prabu Bismaka. 

Bismaka: Hm..Prabu Shrie Bathara Kresna ?...Baiklah Narayana, walaupun kelakuanmu melarikan anakku kurang terpuji...namun aku akui, kenekadanmu menunjukkan niat dan usahamu yang luar biasa untuk memenuhi harapan anakku sebagai calon pendamping hidupmu... 

Rukmana: Tunggu dulu rama prabu...tidak bisa semudah itu Shrie Bathara Kresna menyunting Rukmini...Pandita Durna telah berhasil menghadapi raja 1000 negara, dan siap menebak teka-teki adinda Rukmini...tentang Apa sejatining lanang dan apa sejatining wadon...betapa mudahnya Narayana melalui semua itu hanya dengan modal melarikan dinda Rukmini. 

Kresna: Jadi, maksud kanda pangeran bagaimana? 

Rukmana: Jabarkan teka-teki adikku dan kalahkan Pandita Durna... 

Sri Bathara Kresna tersenyum mendengar permintaan Rukmana, mengalunlah tembang macapat pupuh Pangkur gatra 65-66 Serat Dharmagandul karya Kyai Kalamwadi. 

Sejatining lanang itu adalah sang pembawa 'bibit' dialah yang akan memulai kehidupan ini dengan hasratnya. Dan karena kuasaNya, bibit tadi akan ditanam ke gua garba sejatining wadon. Yaitu Ibu yang menjadi wadah, tempat berseminya kehidupan. Dan dari pertemuan laki-laki dan wanita yang suci bersih dari maksiat dan kotornya syahwat pengkhianatan, akan dimulailah kehidupan baru memayu hayuning bawana...jika semua bersih dan niatnya adalah ibadah mematuhi perintahNya, barokah untuk hubungan itu sampai ke keturunannya. 

Setelah mbabar teka-teki tersebut Narayana atau Prabu Shrie Bathara Kresna, melaksanakan syarat berikutnya yaitu menghadapi Pandita Durna dan pasukan Kurawa. Dengan dibantu para putra Pandawa yang menjadi sepupunya dan Baladewa, Shrie Bathara Kresna mampu menghalau Pasukan Kurawa dan Pandita Durna, sehingga resmilah Shrie Bathara Kresna menyunting Dewi Rukmini, sekar kedaton Kumbina. 

Akibat pertempuran membela Sri Bathara Kresna itulah mulai bersemi bibit-bibit permusuhan dan iri dengki Kurawa pada Pandawa.* 

Ira Sumarah Hartati Kusumastuti - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya