Senin, 4 Mei 2026
Sastra & Humor
Puisi

Hasut

Jumat, 4 Maret 2016

Cinta menghasut diriku untuk selalu merindu dirimu. Dalam
kelam, angin dan hujan; --aku tepis segalanya. Selalu gema yang
panjang datang berulang menyebut namamu, hatiku bergetar,
jantungku berdebar. Apa sesungguhnya yang terjadi dengan
diriku, bukankah maut nyata sungguh di hadapanku? Sekali lagi
cinta selalu menghasut diriku untuk merindu dirimu. Dalam
kelam, kabut dan hujan aku melangkah, aku menepis segalanya
dengan sunyi batu nisan. Tapi gema yang panjang selalu datang
berulang menyebut namamu. Hatiku bergetar, jantungku
berdebar; --hangus sudah dibakar kesepian yang berkobar-kobar
lebih dahsyat dari tujuh bintang berekor. Dan aku tubuh di
sebuah jarak, jauh dari telukmu dari pelukmu hijau toska. 

2012 

Soni Farid Maulana - kisuta.com

 


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya