Sastra & Humor
Puisi
Hasut
Jumat, 4 Maret 2016
Cinta menghasut diriku untuk selalu merindu dirimu. Dalam
kelam, angin dan hujan; --aku tepis segalanya. Selalu gema yang
panjang datang berulang menyebut namamu, hatiku bergetar,
jantungku berdebar. Apa sesungguhnya yang terjadi dengan
diriku, bukankah maut nyata sungguh di hadapanku? Sekali lagi
cinta selalu menghasut diriku untuk merindu dirimu. Dalam
kelam, kabut dan hujan aku melangkah, aku menepis segalanya
dengan sunyi batu nisan. Tapi gema yang panjang selalu datang
berulang menyebut namamu. Hatiku bergetar, jantungku
berdebar; --hangus sudah dibakar kesepian yang berkobar-kobar
lebih dahsyat dari tujuh bintang berekor. Dan aku tubuh di
sebuah jarak, jauh dari telukmu dari pelukmu hijau toska.
2012
Soni Farid Maulana - kisuta.com
BAGIKAN
BERI KOMENTAR
Terkini


