Feng Shui
Kau bilang rumahku kurang baik menghadap Timur, sebab itu
rejeki seret dan naik jabatan terhambat. "Rumahmu harus dijual,
carilah yang menghadap Barat," katamu. Sungguh, aku tidak
percaya dengan semua itu. Bukankah saat ini, jika pagi melenggang
lewat; aku bisa menghirup cahaya matahari. Jadi siapa bilang
kurang baik bagi kesehatan? Ya, memang tidak aku pungkiri,
jabatanku terhambat dan rejekiku seret. Tapi itu bukan disebabkan
oleh arah rumahku yang menghadap Timur. Itu disebabkan karena
atasanku tidak suka kepadaku sebab aku menolak apa yang
diinginkannya. Aku bukan sapi perah, bukan pula tumbal bagi
perselingkuhannya yang terang benderang itu, kata sebuah dialog
dalam sebuah adegan sinetron di televisi. Dan kau tertawa, ketika
aku bilang demikian, seperti apa yang diperankan orang itu di layar
kaca. Matahari menyentuh miring kaca jendela. Sisa asap roko
mengepul dalam asbak. Dedak kopi mengendap di dasar gelas.
"Garis tanganmu sama buruknya dengan rumah yang kau
tempati," katamu, kembali bicara. Dan kau tertawa. Sedemikian
burukkah? Tidak. Kalau garis tanganku buruk, lantas mengapa
Tuhan menjodohkan diriku dengan seorang perempuan penghapal
Alquran? Kau membisu seketika, menggeleng-gelengkan kepala-
mu sendiri berulang-ulang.
2012
Soni Farid Maulana - kisuta.com


