Peneliti Jepang Bisa Mengurai Plastik Hanya Enam Bulan
KISUTA.com - Plastik sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern hingga sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan. Hampir di setiap sektor kehidupan, selalu ada produk-produk plastik yang menyertai aktivitas masyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, plastik juga menjadi ancaman bagi lingkungan. Sampah plastik merupakan limbah yang sangat berbahaya, bahkan ketika sudah didaur ulang pun, sampah plastik masih menebar bahaya.
Di antara produksi plastik, kantong plastik yang paling banyak menyumbang kerusakan lingkungan. Tak hanya membuat sampah di daratan, tapi juga menjadi polusi dan ancaman bagi ekosistem di laut. Plastik juga sering menjadi penyebab banjir karena sering menyumpat pipa saluran air dan pembuangan.
Di sejumlah negara, penggunaan kantong plastik sekali pakai sudah melebihi ambang batas dan berakhir di sembarang tempat atau tidak terjadi optimalisasi daur ulang. Sampah plastik sangat berbahaya, karena sampah plastik sangat sulit diurai oleh tanah dan akan merusak lingkungan. Sampah baru bisa diurai tanah setelah 300 tahun.
Terkait dengan sampah plastik, baru-baru ini sekelompok peneliti Jepang memberikan kabar gembira. Mereka telah menemukan solusi untuk menanganai masalah sampah plastik dengan melakukan penguraian lebih cepat.
Dilansir Engadget, para peneliti itu menggunakan bakteri baru yakni, Ideonella sakaiensis 201-F6. Bakteri ini dapat memakan PET (bahan baku plastik) secara lebih cepat. Ideonella sakaiensis 201-F6 bekerja dengan mengubah PET menjadi zat lain yang disebut MHET, lalu menambahkan enzim lain untuk mengubah komponen dasar dari PET.
Sebelum menggunakan bakteri ini, para ilmuwan telah menemukan cacing dan mikroba yang juga dapat memecah plastik. Sayangnya proyek ini tidak berjalan dengan lancar, sehingga mereka mencari cara lain.
Saat ini, para ilmuwan itu sedang berusaha mempercepat proses penguraian, karena bakteri Ideonella sakaiensis 201-F6 membutuhkan waktu enam bulan untuk memakan PET (bahan baku plastik). Mereka berjanji akan segera mengatasi masalah tersebut sehingga masalah plastik bisa diatasi.* Uma – kisuta.com


