Tasik
Haruskah, aku meninggalkan tasik yang cerlang, untuk
mendapatkan hatimu segelap malam? Sungguh yang aku
butuhkan nyatanya bukan soal tasik yang cerlang, tenang, teduh
atau bahkan rusuh, tapi arah yang pasti, ke mana kaki ini harus
aku langkahkan menuju hatimu segelap malam. Ya, aku tahu, bila
bukan semerah darah atau sekuning kulit limau atau seputih susu
musim saljau; --pasti kau menyambutku depan pintu tiga naga
dengan ciuman yang panas, ganas, lebih membara dari bara
bintang dini hari di arah timur jauh. Tapi itu masih di luar mimpi,
di luar dunia yang ini, sebab jantungku hangus sudah oleh lembut
alun alif lam mim dari sebuah surau yang jauh sebelum subuh
berlabuh ke ranjang ini, ranjang kematianku sendiri, dan kau sulit
dijangkau.
2012
Soni Farid Maulana - kisuta.com


