Nasib Ternyata Melihat
KISUTA.com - Suatu hari istri Nasruddin mencuci baju suaminya yang sudah kotor. Lalu menggantungkannya di tali jemuran, dan lupa mengangkatnya sampai petang tiba.
Waktu itu Nasruddin pulang malam. Setelah shalat Isya dan makan, ia langsung tidur karena terlalu lelah. i tengah malam Nasruddin terbangun. Ia keluar untuk mengawasi keadaan sekeliling. Tiba-tiba, betapa ia terperanjat karena dalam remang cahaya bulan ia melihat seperti sesosok tubuh bagaikan seorang pencuri.
Buru-buru Nasruddin masuk ke kamar, mengambil bedil tuanya. Setelah semua peluru dimasukkan cepat-cepat ia keluar lagi. Tidak berapa lama terdengarlah suara tembakan. Karena bidikan mengena, Nasruddin bersorak gembira dan melonjak-lonjak, sehingga istrinya terbangun.
Berkatalah Nasruddin pada istrinya, "Tadi ada pencuri dekat pagar itu. Maka itu segera kuambil bedil dan kutembak. Jangan takut, ia sudah mati. Tidurlah sekarang besok baru kita angkat mayatnya.
Esok harinya mereka bangun pagi-pagi benar. Namun di halaman tak mereka lihat ada mayat tergeletak. Juga tak ada ceceran darah. Yang dijumpai hanyalah sebuah baju yang masih basah tergeletak di tanah.
"Istriku sayang!" kata Nasruddin. "Coba lihat! Nasib ternyata melihat. Andai tubuhku yang berada dalam baju itu, pasti saat ini kau telah menjadi janda."* das/"Humor Sufi" - kisuta.com


