Di Masa Depan, Pembangunan Gedung Pencakar Langit Hanya Menggunakan Lem
KISUTA.com - Perkembangan teknologi tak pernah berhenti, selalu bergerak dan memengaruhi kehidupan manusia. Saat ini hampir semua sendi kehidupan manusia tak bisa lepas dari tekbologi, termasuk dalam bidang arsitektur. Perkembangan di dunia arsitektur memang menakjubkan. Sekarang semuanya dilakukan serba mudah dan cepat, sehingga proses konstruksi bisa lebih cepat, hemat, dan kuat.
Baru-baru ini seorang arsitek bernama Greg Lynn menyampaikan idenya membangun gedung pencakar langit hanya dengan bantuan lem. Pembangunannya tidak lagi menggunakan mur, baut, maupun semen.
Dilansir Mental Floss, Greg Lynn mengatakan, ia percaya bahwa perekat berteknologi tinggi serta bahan material yang super ringan akan membuat revolusi dalam bidang arsitektur. Hal ini dapat memperkuat gedung pencakar langit dan mempercepat proses konstruksi.
"Perakitan mekanik sudah ditinggalkan di berbagai bidang. Bahkan pesawat, mobil, dan berbagai alat rumah tangga sekarang direkatkan menggunakan lem," ungkapnya.
Sang arsitek mengatakan, material komposit non-metalik seperti carbon fiber dan fiberglass kini makin ringan dan kuat daripada material tradisional. Material baru ini, diklaimnya dapat direkatkan menggunakan lem dan digunakan untuk membangun jembatan dan gedung tinggi.
Apa yang digagas Greg Lynn bukan pemikiran yang mengada-ada, karena dalam beberapa tahun terakhir, banyak sekali gedung yang menggunakan material komposit. Salah satu contoh yang paling populer adalah eksterior dari San Fransisco Museum of Modern Art dan atap dari theater di Apple Campus 2 di Cupertino yang dibangun menggunakan material komposit.
Meskipun gagasannya secara ilmiah bisa dilakukan, namun Greg Lynn mengatakan, para arsitek masih mencari cara bagaimana untuk secara aman menyatukan berbagai material komposit tersebut dengan lem, agar tetap sesuai dengan desain awal. Masih banyak risiko dari lem yang harus diwaspadai, seperti bahannya yang mudah terbakar. Hal ini merujuk pada peristiwa kebakaran hotel di Dubai yang diduga akibat komponen dari lem yang mudah terbakar.
Greg Lynn mengatakan, saat ini yang perlu dipikirkan adalah mengembangkan strategi yang aman dan efektif dalam menggunakan lem yang bisa diterapkan di arsitektur. Apabila itu bisa terwujud, maka biaya pembangunan gedung akan lebih hemat 70 hingga 80 persen.* Uma – kisuta.com


