Selasa, 2 Juni 2026
Unik Menarik
Festival Dinah

Ketika 20.000 Lesbian Berkumpul

Senin, 11 April 2016

KISUTA.com - Dua puluh ribu wanita penyuka sesama jenis atau lesbian berkumpul selama lima hari di kota padang pasir Palm Springs, California, AS.

Dikabarkan Kompas.com mengutip The Guardian, di dunia nyata alternatif tanpa laki-laki itu, para lesbian merayakan kegembiraan dengan menari, menyanyi, dan berpesta pora di tepi kolam renang.

Arwa Mahdawi dari Cumming & Partners, agen iklan di New York yang juga mitra The Guardian, mengikuti acara kumpul-kumpul komunitas tersebut. Ia pun menuliskan pandangan matanya untuk media Inggris itu.

Setiap akhir Maret, ribuan lesbian dari seluruh dunia terbang ke Palm Springs dan merayakan kegembiraan mereka. Kali ini ada 20.000 lesbian berkumpul untuk sebuah festival para perempuan dalam jumlah besar yang disebut Festival Dinah.

"Ini untuk kedua kalinya saya hadir di Dinah, yang juga dikenal sebagai festival gadis paling besar di dunia. Saya tinggal di Hotel Hilton di Palm Springs, yang menjadi tuan rumah festival terkenal di tepi kolam renang," kata Mahdawi.

"Hadir di festival tersebut merupakan pengalaman yang surealis, selama beberapa hari, dunia ini seperti terbalik, minoritas tiba-tiba menjadi mayoritas. Di mana-mana Anda bisa melihat lesbian tersenyum, minum, menari, dan berciuman," tulisnya.

Hanya ada sedikit pria di sana, yakni staf hotel yang mengurus kelancaran acara dan yang ditarik-tarik teman perempuan lesbian mereka. "Perempuan yang hadir di sana umumnya orang-orang aneh," kata Mahdawi lagi.

Pesta ini dinamai turnamen golf Dinah Shore yang dimulai pada tahun 1972 oleh penghibur "eponymous". Di sana tidak ada DJ (disk jockey), komedian, atau bintang YouTube.

"Saya tidak bisa berbohong, bagus berada di ruang yang didominasi wanita selama beberapa hari. Ada perasaan persahabatan yang nyaman, rasa tiba-tiba menjadi warga kelas satu," kata Mahdawi lagi.

Dinah bukan sebuah "separatisme" atau pemisahan, tetapi tentang perayaan dengan pakaian sangat minim, bahkan hanya menggunakan celana dalam dan kutang.

Beberapa memilih untuk memasang stiker atau pita di bagian yang paling menonjol di dadanya. Di kolam renang tampak bulu mata palsu mengambang di air. Berbagai "cairan aneh" terlihat juga mengambang di air kolam. Mahdawi langsung berpikir tentang penyakit menular.

Ada banyak pengunjung yang membicarakan tentang penampilan mereka. Mereka membicarakan soal ukuran payudara dan bokong. Banyak di antara mereka mengatakan, menjadi lesbian adalah hal yang menyenangkan karena tidak ada laki-laki di sana.

Palm Springs telah lama menyadari manfaat ekonomi dari merangkul keanekaragaman. Hampir separuh populasi kota Palm Springs adalah gay atau memiliki penduduk gay tertinggi di seluruh AS, jika bukan di seluruh dunia.

Rob Bulan, Wali Kota Palm Springs, yang juga gay, mengatakan kepada saya bahwa "sekarang lebih dari sebelumnya, kota ini mengalami kebangkitan yang luar biasa dan Dinah Shore Weekend telah menjadi pendorong ekonomi yang besar. Kami berutang budi kepada komunitas LGBT untuk membantu Palm Springs berkembang menjadi kota ultra-keren, bergaya, dan canggih seperti sekarang ini." Astaghfirullah!* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya