Tampang Itu Perlu
KISUTA.com - "Aku tak bekerja," kata Nasruddin kepada istrinya pada suatu hari, "Sebab selama ini aku sepenuhnya mengabdi kepada Allah."
"Kalau begitu," jawab istrinya yang sudah jengkel, "Mintalah upah kepada Allah!"
Benar juga, pikir Nasruddin.
"Aku tak dibayar karena aku memang tak pernah memintanya," kata Nasruddin keras-keras kepada istrinya.
"kalau begitu, kau pergilah meminta upahmu!"
Nasruddin langsung pergi ke pekarangan bersujud dan berkata keras-keras, "O, Allah, berilah hamba seratus keping uang perak, sebab pelayanan selama ini kepada-Mu berharga sekitar itu."
Tetangganya, si lintah darat, ingin mempermainkan Nasruddin. Dari jendelanya ia melemparkan seratus keping uang emas ke arah Nasruddin.
Dengan perasaan bangga Nasruddin bangkit, memunguti uang itu dan membawanya ke istrinya. "Aku ternyata memang wali," ucapnya. "Ini upahku dari-Nya."
Istrinya pun sangat gembira.
Namun, tetangganya yang lintah darat itu akhirnya menjadi iri ketika tahu Nasruddin membeli barang-barang baru. Ia berniat meminta kembali uangnya.
"O, kau dulu itu mendengar permohonanku kepada Allah," jawab Nasruddin. "Dan sekarang kau mengatakan uang itu milikmu! Tidak, aku tak akan memberikan hakku ini padamu!"
Si lintah darat itu akan menyeret Nasruddin ke pengadilan.
"Tapi," kata Nasruddin, "Aku tak pantas ke pengadilan dengan keadaan begini. Aku tak punya kuda, tak punya pakaian bagus. Nanti Pak Hakim tentu berprasangka buruk terhadapku gara-gara kemiskinanku."
Tetangga itu melepaskan jubahnya dan memberikannya kepada Nasruddin; ia pun menyuruh Nasruddin menaiki kudanya. Mereka kemudian berangkat ke rumah hakim desa itu.
Si tertuduh maju duluan.
"Bagaimana pembelaanmu?" tanya hakim kepada Nasruddin.
"Tetangga saya ini gila, Tuan."
"Buktinya apa?"
"Mulutnya itulah buktinya. Ia pikir segala apa di dunia ini miliknya. Kalau Tuan bertanya mengenai jubah saya, atau bahkan kuda saya, ia tentu mengatakan itu semua miliknya. Apalagi uang saya, tentu saja diaku miliknya juga!"
"Tetapi itu semua memang milikku!" teriak si lintah darat.
Bukti sudah cukup. Perkara putus.* das/"Humor Sufi" - kisuta.com


