Bergairahnya Bisnis Layanan Pesan Antar Kondom
KISUTA.com - Layanan pesan antar sudah menjadi bagian dari masyarakat modern. Kalau dulu layanan ini baru dimanfaatkan oleh pelaku usaha kuliner, tetapi sekarang layanan ini sudah menjadi bagian usaha dari beragam produk.
Mungkin Anda sudah kenal dengan layanan apotek yang bisa diantar ke rumah, begitu juga dengan layanan belanja yang bisa dilakukan via telepon dan kemudian barang-barangnya dikirimkan ke rumah konsumen.
Saat ini, di Kenya ada layanan pesan antar kondom. Lho, kok kondom? Ya, ide layanan pesan antar kondom ini ditangkap oleh Faith Ndiwa, seorang pebisnis di Kenya yang mengetahui bahwa banyak pria di Kenya yang malu membeli kondom secara langsung. Padahal di negara ini, tingkat penyebaran AIDS cukup serius. Menurut survei terbaru dari Pemerintah Kenya, setidaknya 1,2 juta orang hidup dengan HIV di Kenya.
Dikabarkan BBC beberapa waktu lalu, pebisnis ini memanfaatkan sikap malu-malu pria Kenya tersebut dengan meluncurkan layanan pesan antar kondom. Faith Ndiwa mengatakan kepada BBC bahwa ide itu diperoleht setelah beberapa temannya meninggal dunia.
"Kebanyakan mereka meninggal karena AIDS. Mereka menghindari pembelian kondom. Jangankan membelinya, membicarakan masalah seks saja, masih menjaid hal yang tabu di negara ini," katanya.
Diungkapkannya, kondom diantarkan menggunakan sepeda motor ke tempat pelanggan. Sengaja digunakan sepeda motor, supaya pesanan bisa sampai tepat waktu, karena lalu lintas di Nairobi, Kenya cukup padat dan sering macet.
Satu paket berisi tiga kondom yang dijual seharga US$3,5 atau sekitar Rp 40.000. Tak hanya menjangkau seluruh wilayah di Nairobi, layanan pesan antar ini juga tersedia di Kota Mombasa, Kisumu, dan Eldoret.
"Ini adalah waktunya kita melawan budaya takut, karena itu akan menyelamatkan jutaan orang jika kita mempraktekan seks yang aman," ujar Faith Ndiwa soal bisnis uniknya ini.
Meskipun baru, namun layanan ini sudah mempunyai banyak pelanggan. Baru dua pekan menjalani bisnis ini, Ndiwa mengklaim sudah memiliki lebih dari 4.000 klien, perempuan dan laki-laki.
Menurutnya, akhir pekan adalah hari paling sibuk. Faith Ndiwa mempekerjakan 15 karyawan untuk usahanya ini. Khusus di hari Valentine, Faith Ndiwa menyiapkan dua mobil limousine yang didekorasi khusus dengan bunga-bunga berwarna merah.* Uma – kisuta.com


