Selasa, 1 September 2026
Sastra & Humor
Puisi

Akar Hujan 3

Kamis, 19 Mei 2016

Aku memburu segala tanda, isyarat, apa pun itu, yang mengarah
pada dirimu, ibu, walau ia berupa foto, batu nisan, atau gema
yang lenyap di antara tebing berkabut, yang menghalau cahaya
matahari. Sungguh ibu, aku mencintaimu, merindukan dirimu,
sekalipun hatimu, kata orang, sebusuk Dewi Durga. Datanglah
wahai ibu, walau kini kau dikutuk jadi hantu buruk, roh
gentayangan, yang dari malam ke malam mengharapkan
ampunanNya. Jika ribuan doa meluncur dari mulutku, ibu, ia
adalah cahaya yang kelak menghiasi wajahmu. Ia lebih terang dari
jutaan bintang. Api cintaku kepadamu, yang menyala dalam
dadaku, tidak bisa dipadamkan, atau dilenyapkan oleh dendam,
apa pun itu. Ibu, aku adalah sepasang sayap, yang siap
menerbangkan rohmu ke sorga. Sorga

2011

Soni Farid Maulana - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya