Miqat
Dua lembar kain ihram di tubuhku, seperti pakaian si mati di hari
pengadilan, yang berjalan gontai dengan muka tertunduk lesu,
tak berani menatap wajahMu. Yang Maha Hakim. Dua lembar
kain ihram di tubuhku menjelma linggis gaib, menjebol tangki
airmataku di gelap malam, lebih hitam dan bahkan lebih busuk
dari air comberan.
Para peziarah berjalan khusyu. "Aku datang kepadaMu, aku
penuhi panggilanMu!" Ya Allah, berapa jarak lagi dari Bir Ali
langkah kakiku menuju tanah suciMu, mencapai denyut nadi
ampunanMu? Berapa ombak laut cahayaMu, aku rindu
menenggelamkan adaku dalam nikmatMu yang kekal.
Di langit Timur Jauh, aku melihat bintang jatuh, juga melihat
bayang-bayang diriku yang roboh ditimpa ribuan berhala, ingin
meloloskan diri dari kepungan segala suara, yang semua itu bukan
suaraMu, bukan firmanMu. Nyata sudah airmataku, malam ini,
mengalir deras ke sungguh muara dalam seah talbiyah. Wahai
Tuhan para malaikat dan ruh, bakar aku dalam api ampunanMu
yang paling mawar.
2010
Soni Farid Maulana - kisuta.com


