Sastra & Humor
Puisi
Ketika Api Bicara
Selasa, 30 Agustus 2016
memang subuh masih remang, ketika api bicara,
menghanguskan yang ada. Kepulan asap
seakan aksara gaib mematah dinding tembok tua,
dengan isyarat kebangkitan. Atau semacam lantunan
kasih sayang dari dunia yang lain. Kau tahu,
dari sisa puing dan reruntuhan sejarah; selalu ada bunga
tumbuh, yang setiap daun dan durinya menjelma
ribuan huruf baru menyusun kisah baru dalam lembaran
kertas yang baru, yang menunjukkan semua itu;
aku belum dikuburkan. Ya, bersama fajar yang baru
aku tafsir pelajaran baru untuk ada dan mengada,
untuk kau baca dan kau maknai setiap hurufnya
dengan hati terbuka. Sekali lagi aku ada, mengada
bersama fajar baru dalam dunia yang baru. Baru!
2014
Soni Farid Maulana - kisuta.com
BAGIKAN
BERI KOMENTAR
Terkini


