Selasa, 5 Mei 2026
Sastra & Humor
Puisi

Ketika Api Bicara

Selasa, 30 Agustus 2016

memang subuh masih remang, ketika api bicara,
menghanguskan yang ada. Kepulan asap
seakan aksara gaib mematah dinding tembok tua,
dengan isyarat kebangkitan. Atau semacam lantunan


kasih sayang dari dunia yang lain. Kau tahu,
dari sisa puing dan reruntuhan sejarah; selalu ada bunga
tumbuh, yang setiap daun dan durinya menjelma
ribuan huruf baru menyusun kisah baru dalam lembaran


kertas yang baru, yang menunjukkan semua itu;
aku belum dikuburkan. Ya, bersama fajar yang baru
aku tafsir pelajaran baru untuk ada dan mengada,


untuk kau baca dan kau maknai setiap hurufnya
dengan hati terbuka. Sekali lagi aku ada, mengada
bersama fajar baru dalam dunia yang baru. Baru!


2014


Soni Farid Maulana - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya