Selasa, 5 Mei 2026
Sastra & Humor
Puisi

Sketsa Biru

Minggu, 4 September 2016

kau berupaya dengan keras menarik garis
dari sudut hatimu ke sudut hatiku paling kelam,
tapi buku gambar sobek sudah, sayap burung
patah sudah. Hujan yang turun dini hari; setia

lebih dingin dari segumpal es dalam ikulkas,
kau ingat, seorang penyair membaca puisinya
untukku dalam sebuah kafe. Kau bilang sore itu,
bukankah itu isyarat cinta? Lalu mengapa kau

tersipu, dan pipimu merah saga? Apa yang
terjadi dengan dirimu? "Bagus ya, puisi yang
dica Ria," bisikku. Dan kau memalingkan

pandang matamu ke arah gelap, ke arah rimbun,
dedaunan disiram remang lampu jalanan. "Beri
aku ruang," kau bilang saat itu. Sunyi

2003

Soni Farid Maulana - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya