Selasa, 2 Juni 2026
Unik Menarik
Aduuuh...

Edan! Para Napi Ini Gunakan Potongan Kepala Rekannya untuk Bermain Bola

Sabtu, 22 Oktober 2016

KISUTA.com - Kehidupan di dalam penjara memang dikenal sangat keras. Namun, kekerasan yang terjadi di LP Fortaleza, Brasil, pekan lalu terbilang sangat melewati batas.

Bagaimana tidak, sekelompok narapidana memenggal kepala seorang sesama penghuni lapas lalu menggunakan potongan kepala itu untuk bermain sepak bola.

Dikabarkan Kompas.com mengutip Mirror, Sabtu (22/10/2016), kekejaman itu diyakini dilakukan geng Primeiro Comando da Capital dan menjadi satu dari banyak kekejaman di dalam penjara-penjara Brasil yang keras dan kelebihan penghuni itu.

Para narapidana naggota Comando da Capital ini diduga membunuh seorang anggota kelompok rival Comando Vermelho di saat perang antar-geng di penjara itu pecah.

Pada Minggu dan Senin lalu, dua kerusuhan terjadi di LP Roraima dan Rondonia yang secara total menewaskan 21 orang narapidana.

Di LP Monte Cristo, Roraima dikabarkan tujuh narapidana tewas dipenggal dan enam lainnya dibakar hidup-hidup.

Kerusuhan di penjara itu pecah setelah satu sayap penjara diserbu sekelompok narapidana di saat rival mereka tengah menerima kunjungan keluarga.

Menteri Kehakiman dan Warga Negara Roraima, oziel de Castro kepada harian Metro Jornal Sao Paulo mengatakan, perang antar-faksi pecah di penjara itu.

Oriel menambahkan, faksi-faksi yang bersaing itu mengakibatkan gangguan keamanan secara nasional.

Sehari setelah kerusuhan di LP Roraima, setidaknya delapan narapidana tewas di lapas Enio dos Santos, Porto Velho, negara bagian Rondonia wilayah barat laut Brasil.

Tewasnya para narapidana ini diduga akibat persaingan antara geng PCC dan Comando Vermelho atau Komando Merah.

Camila Nunes Dias, profesor sosiologi di Universitas Federal ABC (UFABC), Sao Paulo kepada BBC Brasil mengatakan, kekerasan terbaru di penjara ini bisa jadi merupakan dampak perubahan bentuk organisasi kejahatan di Brasil.

Camila menjelaskan, di akhir masa persekutuan, yang kemungkinan dipicu perebutan kendali di dalam penjara, bisa mengakibatkan lebih banyak narapidana yang tewas dan hal itu akan memicu kerusuhan di jalanan.

Brasil memiliki catatan panjang soal kekerasan di dalam penjara, termasuk pembantaian di LP Carandiru pada 1992 yang menewaskan sedikitnya 100 narapidana.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya