Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Karla Jacinto

Pernah Diperkosa 43.200 Kali, Wanita Ini Jadi Aktivis Anti-perbudakan Seks

Senin, 12 Desember 2016

KISUTA.com - Masa lalu yang kelam bukan alasan bagi seseorang untuk tenggelam, menutup diri dari kehidupan. Bahkan, bagi Karla Jacinto (24), pengalaman buruknya pada masa lalu justru menjadi pemicu untuk berbuat sesuatu bagi orang lain.

Seperti dikabarkan Independent, beberapa waktu lalu, pengalaman masa lalu Karla sangat kelam. Saat terjebak dalam jaringan perdagangan manusia, Karla diperkosa 30 kali sehari selama empat tahun.

Tahun lalu, saat diwawancarai CNN, Karla memperkirakan secara total dia sudah diperkosa sebanyak 43.200 kali saat berusia 12 hingga 16 tahun.

Setelah terbebas dari nasib buruknya, Karla kini dikenal sebagai aktivis anti-perbudakan seks dan perdagangan manusia. Dia berkeliling dunia memberikan advokasi dan berbagai pengalaman dengan para korban perbudakan seks.

Pada Juli lalu, Karla bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan dan menceritakan kisah pilunya itu.

Tujuan Karla berkeliling dunia hanya satu, yaitu meningkatkan pemahaman warga dunia agar tak ada lagi anak-anak yang mengalami nasib seperti dirinya.

"Saya tak bisa membayangkan bahwa seorang gadis yang dulu berdiri di sebuah sudut mengenakan sepatu hak tinggi dan menganggap dirinya pelacur, kini bisa menjadi seseorang yang kuat," ujar Karla pada program "Freedom Project" yang ditayangkan CNN.

Karla mengisahkan, bagaimana dia saat baru berusia 12 tahun terbujuk rayuan seorang pria yang 10 tahun lebih tua.

Dengan iming-iming hadiah, uang, dan mobil mewah, Karla seorang tak berpikir panjang untuk meninggalkan kediamannya.

Karla lalu ikut bersama pria 22 tahun, yang ternyata seorang anggota jaringan perdagangan manusia, ke kota Tenancingo, negara bagian Tlaxcala.

Kota ini dikenal sebagai pusat jaringan penyelundup manusia dan menjadi "persinggahan" para korban sebelum diambil pihak lain dan dipaksa menjadi PSK.

Karla mengenang, dia tinggal bersama pria yang membawanya itu selama tiga bulan sebelum dia dibawa ke Guadalajara. Di salah satu kota terbesar Meksiko itu, Karla kemudian dipaksa untuk menjadi PSK.

"Saya dipaksa menjajakan diri mulai pukul 10.00 hingga tengah malam. Saya ingat beberapa pria tertawa saat melihat saya menangis," kata Karla.

"Saya harus menutup mata sehingga tak harus melihat perbuatan mereka terhadap saya, dan saya berharap tak merasakan apa-apa," tambah dia.

Kini dalam berbagai pidatonya, Karla mengatakan, beberapa orang yang ikut menghancurkan hidupnya adalah mereka yang seharusnya melindungi warga, termasuk beberapa orang polisi.

"Polisi berseragam memasuki ruangan tempat kami berada, dan kami harus melakukan apa pun perintah mereka. Situasi itu berlangsung selama 3-4 jam," papar Karla.

Rosi Orozco, mantan anggota kongres Meksiko yang kini memerangi penyelundupan manusia, mengatakan, pria-pria itu adalah yang paling bertanggung jawab atas hancurnya kehidupan Karla.

"Dia (Karla) pernah dipaksa melayani hakim, tokoh agama, dan polisi. Sehingga, dia memahami tak ada gunanya mengadukan nasibnya kepada pemerintah," ujar Rosi.

Karla kemudian diselamatkan dalam sebuah operasi anti-narkoba. Beberapa tahun setelahnya, Karla kini mengabdikan dirinya sebagai aktivis penolong gadis-gadis yang senasib dengannya.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya