Kering dalam Hujan
KISUTA.com - Seseorang mengundang Nasruddin untuk berburu. Tapi diberinya Nasruddin seekor kuda yang jalannya amat lamban. Nasruddin diam saja. Sudah tentu, laki-laki itu segera melesat dengan kudanya yang bagus. Tiba-tiba hujan turun
dengan derasnya, dan tak ada tempat untuk berlindung. Semua peserta basah kuyup. Tapi Nasruddin, begitu hujan turun, melepas semua pakaiannya dan melipatnya. Kemudian dia duduk di atas seonggok kayu. Segera setelah hujan berhenti, ia mengenakan kembali bajunya, lalu balik ke rumah laki-laki itu untuk makan siang. Tak seorang pun bisa mencari jawabnya kenapa ia tetap kering. Dengan kuda-kuda yang begitu cepatnya pun, mereka masih sulit menghindarinya.
"Itu berkat kuda yang engkau berikan padaku," ujar Nasruddin.
Keesokan harinya, Nasruddin diberi kuda yang bagus oleh sang pemburu, sementara kuda yang lambat dipakainya sendiri. Hujan deras turun lagi. Kuda laki-laki itu berjalan begitu lambat sehingga ia menjadi lebih kuyup dibanding hari sebelumnya. Sementara Nasruddin melakukan hal yang sama seperti kemarin.
Sampai di rumah, Nasruddin tetap kering.
"Ini semua salahmu!" teriak si laki-laki itu. "Kamu membiarkan aku megendarai kuda brengsek ini."
"Mungkin," kata Nasruddin, "tapi engkau tidak melakukan apa-apa untuk dirimu sendiri agar tetap kering?"* das/"Humor Sufi" - kisuta.com


