Selasa, 2 Juni 2026
Artikel Opini
Esai

Manfaat Lalat untuk Kesehatan

Senin, 25 Desember 2017

KISUTA.com - Tidak sedikit di kalangan kaum Muslimin terutama yang berpikiran dangkal, meragukan adanya beberapa hadits yang isinya atau muatannya seolah-olah janggal atau tidak bisa diterima akal sehat. Akibtanya, tidak sedikit pula yang tidak mempercayai akan adanya hadits-hadits tersebut, meskipun mereka dihadapkan pada hadits-hadits sekelas Bukhari-Muslim, yang tak diragukan kesahihannya.

Namun di kemudian hari, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata hadits-hadits tersebut dapat dibuktikan kebenarannya melalui metode sains modern, walau sang penemu (kebanyakan orang Barat) itu sendiri kemungkinan besar tidak mengetahui/tidak sadar akan adanya hadits tersebut.

Salah satu hadits Nabi yang "tepat" dibuktikan melalui penelitian ilmiah, adalah apa yang dikenal sebagai "Hadits Lalat". Lengkapnya "teori" Rasulullah SAW itu adalah: "Apabila lalat terjatuh ke dalam bekas minum salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah dan kemudian buanglah ia (lalat tsb) karena pada sebelah sayapnya mengandung penawar dan di sebelah sayap yang lain mengandung penyakit. (Hadists riwayat Bukhari dan Abu Hurairah, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah).

Bagi orang awam, seperti kebanyakan dari kita apalagi umat yang sezaman dengan Nabi, bagaimana bisa masuk akal serangga semacam lalat, yang selalu hidup di tempat-tempat kotor dan juga sebagai penyebar penyakit, Rasul begitu "gegabah" menyuruh meminum air celupan lalat.

Namun bagi para peneliti dari Australia, lalat malah menjadi sumber obat-obatan baru untuk memerangi berbagai bakteri mematikan.

Tim ilmuwan dari Universitas Macquarie, Sydney, Australia telah meneliti beberapa jenis lalat, di antaranya lalat rumah, lalat domba, lalat cuka dan lalat buah. Mereka menemukan, lalat-lalat tersebut menghasilkan sistem pertahanan antibiotik kuat yang membantu serangga tersebut hidup bersama sampah, kototan, bangkai dan makanan busuk.

"Untuk mendapatkan makanan, lalat-lalat tersebut bersaing dengan bakteri dan jamur, untuk itu lalat harus melindungi diri dari serangan mereka,"ujar Andrew Beattie, superviser riset di Universitas Macquarie. "Riset kami membawa pada kesimpulan, lalat mampu melindungi diri dengan cara memproduksi antibiotik."

Sementara itu, Joanne Clarke, peneliti yang menyampaikan penemuan ini pada Australian Society for Microbiology Conference di Melbourne, Australia, menegaskan spesies lalat yang dianalisis memproduksi antibiotik pada permukaan tubuhnya adalah lalat dewasa dan larvanya.

Mirip dengan metode Rasulullah, untuk mendapatkan antibiotik dari permukaan tubuh lalat tersebut, Clarke melakukannya dengan cara menenggelamkan (mencelupkan) mereka ke dalam ethanol selama beberapa hari, kemudian menyaringnya untuk mendapatkan sekresi lalat tersebut.

"Kami mengujicoba antibiotik hasil pemisahan tersebut pada tiga jenis bakteri," papar peneliti dari projek itu, di antaranya bakteri golden staph (Staphylococcus aureus), E.coli dan ragi, dan antibiotik tersebut mampu membunuh semuanya."

Walaupun penemuan ini menawarkan harapan baru untuk memberantas berbagai bakteri pathogen yang resisten (tahan) terhadap antibiotika, namun masih terlalu dini untuk segera mengembangkan sistem pengobatannya. Butuh sejumlah upaya gigih sebelum dapat diwujudkan.

Namun demikian, melalui "pembuktian" ini sedikit banyak dapat mempertebal dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah dan rasul-Nya.***


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya