Selasa, 2 Juni 2026
Unik Menarik

Hati-hati, Patah Hati Bisa Memicu Penyakit Serius

Sabtu, 4 April 2020

KISUTA.com - Jangan anggap enteng patah hati karena kalau tidak ditangani dengan benar bisa menimbulkan penyakit serius, salah satunya broken heart syndrome. Biasanya orang yang sedang patah hati akan mengalami beberapa kondisi yang tidak menyenangkan. Seperti tidak enak makan, tidak enak tidur, tidak semangat bekerja, bahkan ada rasanya seperti ingin mati. Tidak selamanya patah hati bisa sembuh dengan sendirinya, karena banyak orang yang susah move on ketika dilanda patah hati.

Ketika patah hati, Anda akan mengalami kondisi yang dinamakan stress emosional yang dapat memicu berbagai dampak kesehatan. Tak hanya susah tidur dan hilang nafsu makan, tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal JAMA Internal Medicine, risiko penyakit jantung atau stroke meningkat hingga tiga kali lipat pada tiga bulan pertama setelah kematian orang yang disayangi. Para peneliti juga menemukan bahwa terdapat peningkatan risiko 25% lebih tinggi kematian pada 1 tahun setelah ditinggal orang yang disayangi pada pasangan lansia, dengan puncaknya adalah tiga bulan pertama.

Rasa nyeri atau pedih yang dialami saat mengalami stress emosional, dapat menyebabkan darah mengalir ke area otak yang "bertanggung jawab" untuk menghasilkan nyeri fisik. Selain itu, stres emosional dapat menurunkan kekebalan tubuh dan menyebabkan timbulnya peradangan dan penyakit.

Saat mengalami patah hati yang membuat Anda sangat stres, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin dan kortisol secara berlebihan. Pada dosis kecil hormon ini dapat meningkatkan denyut jantung. Namun jika berlebihan dapat berakibat fatal untuk jantung.

Stres emosional dapat menyebabkan munculnya broken heart syndrome, yaitu gangguan yang terjadi pada jantung, bersifat sementara dan sering kali disebabkan oleh situasi penuh tekanan, seperti kehilangan orang yang dicintai atau patah hati.

Pada broken heart syndrome, terdapat gangguan sementara dari fungsi pompa jantung. Kondisi ini kerap disebut dengan sindrom takotsubo. Pada saat serangan, otot jantung yang "sakit" tidak dapat memompa darah secara normal ke seluruh tubuh. Hal ini bila dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung dan mengancam jiwa.

Gejala-gejala broken heart syndrome dapat menyerupai gejala serangan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas. Biasanya gejala-gejala tersebut dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu sepekan. Namun jika Anda mengalami nyeri dada tiba-tiba, dada berdebar ataupun sesak setelah adanya peristiwa yang membuat Anda tertekan, segeralah pergi ke rumah sakit.* Uma – kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya