Gunung Kesabaran
KISUTA.com - Urwah bin Az Zubair Ra, seorang tabi'i putra Asma binti Abu Bakar Assudiq Ra. Dia menderita penyakit kanker pada tulang betisnya. Para tabib menasihatinya supaya kaki tersebut dipotong saja hinggga lutut.
Urwah menerima takdir Allah Ta'ala dan menyetujui nasihat tabib untuk diamputasi. Sebelum operasi dimulai, para tabib memerintahkannya supaya menggunnakan madat (untuk obat bius) agar tidak terasa sakit benar. Akan tetapi Urwah tidak mau dan bersikeras hati. Katanya, "Na'udzubillah! Tidak mungkin aku menggunakan madat untuk menghilangkan pikiranku memikirkan keagungan Allah Ta'ala."
Para tabib memprotes ketidakmauannya itu, "Lalu bagaimana kami dapat melakukan operasi tanpa menggunakan madat?"
Urwah memberikan jalan kepada mereka. Katanya, "Kalau aku dalam shalat, kalau sudah bertakbiratul ihram, kalau aku sedang duduk membaca syahadat, mulailah kalian mengamputasi kakiku. Aku pada waktu itu, insya Allah, tidak akan memikirkan dunia, tetapi akan melayangkan sukmakuke hadirat Allah subhanahu wa Ta'ala."
Maka akhirnya pekerjaan amputasi itu berhasil dengan baik meskipun Urwah merasa lemas tidak bertenaga karena banyak mengeluarkan darah.Pada saat itu Urwah memanggil putra sulungnya. Namun aneh, tidak ada jawaban atas panggilan tersebut. Ini tidak seperti biasanya. Karena itu Urwah mengeluh, "Innalillah, belum pernah aku memanggilnya lalu dia tidak segera datang. Ada apa gerangan dengan putraku itu?"
Ternyata putra Urwah meninggal dunia, jatuh dari atap rumahnya.
Banyak orang berdatangan menyatakan duka citanya kepada Urwah. Kata mereka, "Azhamallah ajrak atas kematian putramu, ya Urwah!"
Urwah memegang kakinya yang dipotong itu seraya berkata, "Ya Rabbi, Engkau telah memberikan dua kaki kepadaku. Engkau telah mengambil kembali yang sebuah dan membiarkan padaku yang sebuah lainnya. Aku panjatkan tahmid kepada-Mu atas apa yang telah Engkau ambil kembali, dan aku panjatkan syukur kepada-Mu atas apa yang Engkau biarkan kepadaku. Engkau telah memberikan kepadaku dua orang putra. Engkau telah mengambil kembali yang sulung dan membiarkan yang bungsu padaku. Aku panjatkan tahmid kepada-Mu atas yang telah Engkau ambil kembali, dan syukur atas apa yang Engkau tinggalkan."
Kemudian Urwah memegang dan membalut kakinya yang dipotong itu seraya berkata, "Alhamdulillah, aku tidak pernah membawamu ke tempat-tempat yang tidak diridhai Allah Ta'ala."* Abu Ainun/"Hiburan Orang Mukmin" - kisuta.com


