Berpuasalah dengan Baik dan Benar, Tubuh pun akan Lebih Sehat
KISUTA.com - Selain menjadi kewajiban, puasa di bulan Ramadhan bagi umat Islam, juga memberikan manfaat bagi tubuh.
"Sebenarnya ada banyak manfaat sehat yang didapat dari menjalankan ibadah puasa, asalkan dilakukan dengan cara yang benar, terutama dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat dan seimbang," ujar dokter gizi klinik Fiastuti Witjaksono dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) seperti dilansir kabar24.com.
Menurut Fiastuti, puasa adalah waktu yang tepat untuk detoksifikasi, membuat saluran cerna beristirahat selama lebih dari 12 jam dan lebih leluasa membuang zat-zat sisa makanan yang tidak berguna dengan lebih lancar. Namun tetap harus diperhatikan asupan energi ketika puasa, khususnya di saat sahur untuk membuat tubuh tetap fit hingga waktu berbuka. Fiastuti menyarankan, jumlah energi yang dikonsumsi saat sahur sebanyak 40 persen dari total jumlah asupan makanan.
Penting juga untuk selalu menghadirkan karbohidrat kompleks, di antaranya sumber karbohidrat, sayuran, serta buah, agar tubuh tidak cepat lemas dan lapar. Selain itu, konsumsi air putih tetap harus dijaga delapan gelas perharinya, dengan pembagian tiga gelas di saat sahur serta lima gelas di waktu berbuka dan setelahnya.
Selain yang telah dipaparkan di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda melakukan puasa di bulan Ramadhan.
Makan secukupnya sesuai anjuran Rasulullah. Makan yang tidak terlalu kenyang menjadikan dinding lambung tidak akan teregang terlalu kuat, sehingga akan mengurangi nyeri dan efek robekan pada dinding yang meradang. Ibarat balon jika kita meniup udara terlalu banyak maka dinding balon akan menjadi lebih tipis, dan resiko meledak/pecah lebih tinggi.
Menyegerakan saat berbuka puasa. Cara ini sangat baik untuk mecegah kerusakan dinding saluran cerna. Seperti diketahui sekresi cairan lambung dan cerna pada malam hari dan terlebih saat tidur akan lebih tinggi dibanding siang hari. Dengan kata lain siang hari tidak berbahaya jika seseorang itu berpuasa dengan atau tanpa makan (sahur) cukup niat , tapi hendaknya pada malam hari dia harus tetap makan. Dianjurkan menyegerakan berbuka puasa dengan makanan manis untuk mengembalikan stamina. Namun, jangan terlalu berlebihan mengonsumsi makanan manis, karena akan menimbulkan efek seperti radikal bebas yang bisa memicu timbulnya kerusakan dinding pembuluh darah seperti atherosclerosis ( penyempitan dinding pembuluh darah ).
Tidak melupakan sahur. Meskipun hanya minum air putih, sahur sangat dianjurkan karena menurut agama ada berkah di dalamnya. Secara medis, sahur mempunyai manfaat seperti: menyiapkan energi untuk aktifitas di siang hari: menurunkan keasaman dari cairan isi lambung.
Jangan tidur setelah sahur. Tidur setelah sahur atau juga pada siang hari kurang baik bagi lambung yang sedang mengalami perandangan, karena tidur akan menyebabkan peningkatan gerak saluran cerna sehingga pengosongan lambung lebih cepat, pengeluaran asam lambung juga meningkat. Hal ini disebabkan pada saat tidur keluaran hormone non katekolamin meningkat . Hormon ini akan meningkatkan sekresi asam lambung dan gerak usus. Akibatnya saat bangun tidur perut menjadi lebih terasa lapar.
Tetap beraktivitas. Tetap bergerak selama puasa akan merangsang keluaran hormone katekolamin. Hormone ini mempunyai efek mengurangi keluaran asam lambung dan enzim pencernaan, mengungi gerak usus, serta menghancurkan simpanan gula dan lemak yang ada didalam tubuh.* Uma - kisuta.com


