Rektor UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Kedokteran
KISUTA.com - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Dr. Jamal Wiwoho mengukuhkan dua guru besar (Gubes) Fakultas Kedokteran UNS, secara daring, di Solo, Rabu (20/5). Kedua gubes tersebut masing-masing Prof. Ari Natalia Probandari, dr., M.P.H., Ph.D. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Prof. Dr. Reviono, dr. SpP (K) sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.
Jamal menyatakan, kedua gubes berasal dari FK, yang dalam masa pandemi Covid-19 memiliki peran sangat penting untuk menghentikan laju berkembangnya Covid-19.
"Kehadiran dua orang sejawat Guru Besar baru ini menambah jumlah Guru Besar UNS menjadi 220 orang, di mana 122 orang diantaranya merupakan Guru Besar aktif," terang Jamal.
Lebih lanjut Rektor UNS mengemukakan, serangan Covid-19 ini layak disebut sebagai Perang Dunia ke-4, karena telah melibatkan 212 negara, dan kasus positif Covid-19 se-dunia per tanggal 19 Mei 2020 yang terkonfirmasi mencapai 4,8 juta orang dan kurang lebih 318.000 orang meninggal dunia. Pandemi ini adalah ujian terberat, tidak hanya untuk tim kesehatan saja, melainkan juga untuk semua pemimpin di dunia, karena langkah dan kebijakan yang diambil akan menunjukkan kecakapannya.
"Sebagai Guru Besar di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat, sudah sepantasnya keduanya terpanggil untuk segera melakukan mitigasi, kolaborasi riset dan inovasi guna mencegah dan menekan laju penyebaran virus, bahkan sebisa mungkin menemukan obat dan vaksin anti virus yang efektif untuk menyembuhkan penyakit Covid-19 ini. Kolaborasi seperti itu akan menjadi kekuatan utama dalam menjalani pola hidup 'the new normal' agar terbiasa berdamai dengan virus, paling tidak untuk saat ini dan beberapa bulan ke depan," ungkap Jamal.
Oleh karena itu, kata Jamal, para akademisi perlu berevolusi untuk mengikuti perubahan besar yang terjadi. Yang dipertaruhkan adalah bagaimana akademisi mampu menjaga eksistensi keilmuan dan relevansi di masyarakat. Mitigasi pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan kesadaran kolektif dan cara kerja baru yang lebih inklusif, cepat, dan tepat dalam menjawab persoalan.
Pada pengukuhan Guru Besar tersebut, Prof. Ari Natalia Probandari, dr., M.P.H., Ph.D. membacakan pidato pengukuhan dengan judul COVID-19 Pandemic and Indonesian Health Systems Resilience: Lessons Learned and Ways Forward. Sedangkan Prof. Dr. Reviono, dr. SpP (K) membacakan pidato pengukuhan dengan judul Covid-19 Penyakit Seribu Wajah, Seribu Masalah.* Eko Prasetyo - kisuta.com


