Pandemi Covid-19, Pertempuran yang Harus Dimenangi
KISUTA.com - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr. Jamal Wiwoho mengemukakan, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dirinya ingin memberikan dukungan dan motivasi kepada sejawat dokter, khususnya Prof. Reviono, pakar penyakit saluran pernafasan/pulmonolog dan Prof Ari Natalia Probandari, pakar ilmu kesehatan masyarakat, dengan kemampuan dan kapasitas keilmuan yang dimiliki, berhasil menghadapi wabah melalui pendekatan cegah, deteksi, dan respons.
"Apabila pandemi Covid-19 ini merupakan sebuah pertempuran yang harus dimenangi, maka tidak ada cara lain kecuali memperkuat solidaritas, sinergi dan aksi bersama seluruh elemen masyarakat untuk menekan laju penyebaran virus," tandas Jamal saat pengukuhan guru besar Prof. Ari Natalia Probandari dan Prof. Reviono, di Kampus UNS, Solo, Rabu (20/5/2020).
Sebagai Guru Besar di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat, menurut Prof Jamal, sudah sepantasnya kedua gubes ini terpanggil untuk segera melakukan mitigasi, kolaborasi riset dan inovasi guna mencegah dan menekan laju penyebaran virus, bahkan sebisa mungkin menemukan obat dan vaksin anti virus yang efektif untuk menyembuhkan penyakit Covid-19 ini.
"Kolaborasi seperti itu akan menjadi kekuatan utama dalam menjalani pola hidup 'the new normal' agar terbiasa berdamai dengan virus, paling tidak untuk saat ini dan beberapa bulan ke depan," ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Prof. Jamal, para akademisi perlu berevolusi untuk mengikuti perubahan besar yang terjadi di sekitar kita. Yang dipertaruhkan adalah bagaimana kita mampu menjaga eksistensi keilmuan dan relevansi kita di masyarakat.
"Mitigasi pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan kesadaran kolektif dan cara kerja baru yang lebih inklusif, cepat, dan tepat dalam menjawab persoalan," ungkapnya.
Dalam situasi sekarang ini, kata Rektor UNS, memang masyarakat dianjurkan untuk menjaga jarak, tapi nampaknya tidak berlaku untuk para ilmuwan dan akademisi, karena kita justru dituntut untuk mendekatkan jarak dengan masyarakat terdampak, bahkan dengan Virusnya itu sendiri.
"Saya setuju bahwa momentum pandemi Covid-19 ini, yang didalamnya sarat akan nilai-nilai solidaritas, kebersamaan, kepedulian sosial dan gotong royong dijadikan sebagai kebangkitan nasional jilid 2," tamdasnya.
Lebih lanjut Prof Jamal mengatakan, UNS yang didukung seluruh sivitas akademikanya, telah keluar kampus mewujudkan pengabdianya menyambangi Saudara kita yang sedang menderita karena keganasan Coronavirus. Berbagai produk inovasi para akademisi berupa Alat Ventilator, Alat Pelindung Diri, Hand Sanitizer telah berhasil diciptakan guna menekan laju penyebaran virus dan memutus mata rantai penularan.
Pengiriman mahasiswa KKN peduli Covid-19 dan pemberian bantuan logistik untuk mahasiswa UNS yang masih tinggal di Solo dan masyarakat kurang mampu sekitar kampus UNS, adalah bagian dari upaya mengurangi dampak negatif pandemi Covid-19.* Eko Prasetyo - kisuta.com


