Halal Bihalal Keluarga Besar FMIPA UNS Digelar Secara Virtual
KISUTA.com - Kelurga besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar halal bihalal secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan halal bihalal ini diikuti oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa FMIPA, Rabu (27/5/2020).
Dekan FMIPA UNS, Harjana, Ph.D mengatakan, silaturahmi adalah simbol dan refleksi untuk hidup rukun, ibadah yang mulia dan membawa keberkahan. "Kita berharap bersama-sama bisa menghadapi kondisi saat ini dengan baik. Saat ini fakultas tengah melengkapi fasilitas, sehingga bisa menghadapi new normal life," ujar Harjana, Ph.D.
Pada kesempatan silaturahmi virtual ini, Harjana, Ph.D juga berharap agar bisa saling memaafkan karena pasti pernah berbuat salah dan menimbulkan gesekan.
Silaturahmi virtual semakin bermakna karena kehadiran Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. "Kami merasa senang dan bangga, karena bisa menjalin silaturahmi yang erat dengan bapak ibu di fakultas MIPA," ujar Prof. Jamal.
Prof. Jamal bangga meskipun FMIPA termasuk muda usia, namun prestasinya membanggakan dengan jumlah doktor di FMIPA terbanyak di UNS.
Sementara hikmah halal bihalal disampaikan oleh Dr. Imam Makruf yang merupakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Dalam tausiyahnya Dr. Imam menyampaikan pentingnya hidup beragama, yang berarti hidup secara teratur. Dengan keteraturan akan bisa bertahan hidup. Terkadang merasa berat menjalani hidup karena tidak bisa mengatur, baik mengatur dirinya, keluarganya maupun masyarakat. Agama bukan penghalang tapi agama adalah solusi.
"Agama mengatur hubungan kita dengan Allah SWT dan hubungan sosial dengan sesama. Banyak ayat yang menggandengkan antara keimanan dan amal sholeh," ujar Dr. Imam.
Lebih lanjut Dr. Imam mengatakan bahwa orang yang beragama menjaga agar hati, lisan, dan perbuatannya terjaga. Sehingga beragama secara kaffah, tidak hanya ibadah ritual saja, akan tetapi agama juga akhlakul karimah, agama juga amal sholeh. Kesempurnaan agama dihadapkan pada tantangan besar untuk menjadi orang yang baik. Baik menurut Allah SWT, baik menurut diri sendiri dan baik menurut orang lain.
"Kinerja dengan agama tidak bisa terpisahkan, ada kaitan yang sangat erat. Banyak ayat yang menghubungkan antara keimanan dan amal sholeh, setiap kali kita percaya atau beriman, maka pasti diiringi dengan amal sholeh," demikian disampaikan oleh Dr. Imam.
Dr. Imam menambahkan bahwa seorang muslim harus memiliki etos kerja yang baik meski dimasa pandemi, dimana di tuntut untuk bisa beradaptasi atau menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang. Yang tadinya bekerja di kantor, karena masa pandemi dituntut untuk bisa dan mampu bekerja dari rumah. Disamping mampu beradaptasi juga dituntut untuk profesional, bertanggungjawab, jujur dan disiplin.* Eko Prasetyo - kisuta.com


