Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Proposal Penelitian UNS Lolos Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020

KISUTA.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta lolos proposal penelitian yang diusulkan kepada Program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Lolosnya proposal penelitian itu diumumkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/ BRIN).

Menanggapi surat pengumuman bernomor: B/1/ F2/PI. 01.00/2020 tentang Judul Proposal Kegiatan yang Direkomendasikan untuk Pendanaan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Tahap 1, Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho, mengaku bersyukur atas hasil yang diterima UNS.

"Alhamdulilah dari dana (red: Kemenristek/ BRIN), UNS bisa ikut serta dengan 13 judul yang menang untuk kompetisi itu. Dan, sebanyak 13 judul proposal penelitian dari UNS dinyatakan lolos pendanaan," ujar Prof. Jamal seusai menerima pengumuman dari Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti M.Sc., Ph.D di depan wartawan di Rektorat UNS, Solo, Jumat (29/5/2020).

Sementara itu, Ali Ghufron mengemukakan Program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia untuk melawan Covid-19 dalam bentuk produk dan pengkajian dengan menghasilkan inovasi. Pada tahun ini, Kemristek/BRIN menganggarkan dana sebesar Rp 60.899.405.715 untuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Dari anggaran tersebut, UNS memperoleh dana penelitian sebesar Rp 2.342.778.337.

Dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Tahap 1, menurut Ali Ghufron, proposal penelitian milik UNS yang dinyatakan lolos pendanaan diantaranya adalah "Efektivitas Suplementasi Apium graveolens L pada kehamilan dalam upaya pencegahan COVID19" yang diketuai Prof. Ahmad Yunus, "Portable Ventilator Universitas Sebelas Maret" yang diketuai Ubaidillah, Ph.D, dan "Model Ideal Ketahanan Nasional Melalui Rt dan Rw Dalam Mengimplementasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid 19" yang diketuai Dr. Sunny Ummul Firdaus.

Bahkan, proposal penelitian yang diajukan oleh Prof. Jamal dalam program tersebut juga dinyatakan lolos pendanaan. Bersama pakar matematika UNS Dr. Sutanto, keduanya menyusun proposal penelitian dengan judul "Model Matematika 100 Hari Skenario Penyebaran Virus Corona di Indonesia dan Kajian Hukumnya."* Eko Prasetyo - kisuta.com


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya