Selasa, 2 Juni 2026
Sastra & Humor

UNS Bangun Jalan Kampung Bipori di Kadokan Sukoharjo

Senin, 1 Juni 2020
kadokan.jpg
Eko Prasetyo/KISUTA.com

KISUTA.com - Sejumlah dosen dan mahasiswa Program Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan pengabdian masyarakat selama dua hari Sabtu-Minggu (30 & 31/5/2020) di desa Kadokan, Kabupaten Sukoharjo.

"Dalam pengabdian masyarakat itu untuk mengaplikasikan Poriblok sebagai Perkerasan Ramah Lingkungan di Desa Kadokan," jelas Ketua Tim Ir. Ary Setyawan, MSc, PhD kepada wartawan.

Desa Kadokan mempunyai 10 dukuh dengan luas sekitar 23 Ha dan jumlah penduduk sekitar 1.200 jiwa, mayoritas penduduknya adalah petani dan peternak kambing gembel (domba kacang) yang cukup potensial untuk dikembangkan. Daerah pertanian dan tegalan masih tersedia secara luas sehingga sangat potensial untuk dikembangkan.

Namun demikian, kata Ary, akibat pembangunan jalan dan lingkungan yang mengandalkan aspal dan beton konvensional, maka dikhawatirkan lingkungan Desa Kadokan kehilangan potensinya untuk mempertahankan sebagai daerah hijau yang dapat dijadikan konservasi air tanah di sekitar Kota Solo.

Untuk itu, kata Ary, timnya mengaplikasi beton berpori. Bahkan sudah dicoba dilaksanakan di sejumlah tempat di desa Kadokan. Berdasarkan evaluasi dan perkembangan teknologi hasil penelitian dari Roadmate RG, maka beton berposri dibuat dalam bentuk Poriblok ternyata lebih efektif dan efisien untuk perkerasan seperti tempat parkir atau jalan kampung.

"Oleh karena itu kegiatan pengabdian Riset Gruop ini mengaplikasikan hasil penelitian berupa Beton Poriblok," ujarnya.

Menurut Ary, beton berpori adalah suatu elemen bahan bangunan yang dibuat dari campuran agregat kasar, semen, air, dan sedikit agregat halus dengan atau tanpa bahan tambah lainnya yang tidak mengurangi mutu beton tersebut,campuran ini menciptakan suatu sel terbuka struktur,membiarkan air hujan untuk menembus mendasari lahan.

Beton berpori mempunyai angka pori sebesar 15% - 22% yang lebih tinggi dari beton normal. Beton dapat digunakan untuk daerah lalu-lintas rendah yang ditinjau dari kuat tekan dan porositasnya.

Beton berpori yang menggunakan agregat satu ukuran atau agregat seragam mempunyai kuat tekan rendah dan permeabilitas yang bagus. "Beton berpori pada umur 28 hari mempunyai kuat tekan antara 3 sampai 28 MPa dengan porositas 14-31% dan permeabilitas berkisar 0,25 sampai 6,1 mm/detik," jelasnya.* Eko Prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya