Di Hari Lingkungan Hidup, Rektor UNS Bahas Ketahanan Lingkungan
Menurut Jamal, saat ini pembangunan Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat masih bertumpu pada modal lingkungan dan sumber daya alam.
KISUTA.com - Bertepatan dengan memperingati hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni, Rektor Universitas Sebelas Maret Prof Dr. Jamal Wiwoho membahas ketahanan lingkungan. Bahkan menjadi keynote speech pada diskusi berjudul Konsep Ketahanan Lingkungan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat, yang digelar oleh Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional (Pusdemtanas) LPPM UNS secara daring dari Kampus UNS, Solo, Jumat (5/6/2020).
"Lingkungan merupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup, berada, tumbuh, dan berkembang di atas bumi sebagai lingkungan. Lingkungan memberikan makna atau arti penting bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Lingkungan juga dapat menjadi sumber kehidupan agar manusia dapat hidup sejahtera," ungkap Jamal.
Namun fakta yang kita temui, kata Jamal, Indonesia terdapat daerah yang memiliki kualitas lingkungan hidup yang tinggi, tetapi kesejahteraan masyarakatnya rendah, misal di Provinsi Gorontalo dan sebaliknya terdapat daerah yang memiliki kualitas lingkungan rendah, tetapi kesejahteraan masyarakatnya tinggi, misal di DKI Jakarta. Mengapa ini bisa terjadi?...apakah ada korelasinya antara kualitas lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat?
Lebih lanjut Jamal mengatakan, mengingat kesenjangan dan ketimpangan antar daerah dan penduduk di Indonesia yang masih cukup tinggi, maka keberhasilan menemu kenali indikator, mengembangkan model dan mengimplementasikan kebijakan publik yang dapat mengatasi kondisi tersebut sangat penting.
Menurut Jamal, saat ini pembangunan Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat masih bertumpu pada modal lingkungan (dan sumber daya alam).
Dalam konsep social justice, menurut Jamal, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menganjurkan sustainable governance indicators yang dapat diterapkan dan jadi salah satu ukuran keberhasilan negara-negara OECD dalam membangun secara berkelanjutan, yaitu: Access to education (akses pendidikan yang lebih baik); Labor market inclusion (kesempatan yang sama dalam pasar tenaga kerja dan usaha); Social cohesion and non-discrimination (kerukunan dan kesamaan sosial); Health(akses kesehatan yang lebih baik); Intergenerational justice (keadilan antargenerasi).* eko prasetyo - kisuta.com


