Selasa, 2 Juni 2026
Sastra & Humor
#LawanCovid19

Jaring Pengaman Sosial di Kota Bandung

Bantuan bagi warga terdampak Covid-19 yang berasal dari APBD Kota Bandung, dengan nama bantuan Top up Bantuan Sosial Nasional sudah terealisasi 87,59 persen atau sebanyak 50.568 KK dari 57.385 KK.

Sabtu, 6 Juni 2020
jps.jpg
Humas Kota Bandung
WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (bermasker) bersama Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono ketika Rapat Koordinasi Data Kemiskinan di Kota Bandung yang terdampak Covid-19, Jumat (5/6/2020).*

KISUTA.com - Penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 harus tepat dan adil. Ini agar masyarakat bisa terbantu di tengah kondisi sulit pandemi.

Ini penegasan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana ketika Rapat Koordinasi Data Kemiskinan di Kota Bandung yang terdampak Covid-19 di Kantor Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Jumat (5/6/2020).

"Kita mengevaluasi. Salah satunya dalam penyaluran bantuan juga. Alhamdulilah Dinsosnangkis dan SKPD terkait sudah terdata, baik itu sudah divalidasi juga verifikasi," kata Kang Yana. 

Dalam pemberian bantuan, menurut Kang Yana, harus dengan azas keadilan dan tepat sasaran. "Prinsip keadilan dan tepat sasaran bagi penerima. Dengan data dan bantuan sudah tersedia kita bisa selesaikan dalam waktu dekat," katanya.

Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono menyampaikan, terdapat 7 jenis bantuan sosial di Kota Bandung bagi masyarakat terdampak Covid-19. Di antaranya, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sembako Nasional (BSN) dan Perluasan BSN, Bantuan Kemasyarakatan dari Presiden.

Selain itu, ada juga Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19, Bantuan Gubernur, Top Up Bantuan Sosial Nasional, dan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kota.

"Untuk yang berasal dari APBD Kota, dengan nama bantuan Top up Bantuan Sosial Nasional sudah terealisasi 87,59 persen atau sebanyak 50.568 KK dari 57.385 KK," jelas Tono.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya