Pendidikan Anak Autis di Masa Covid-19
Anak autis memiliki risiko penularan Covid-19 yang tinggi apabila tidak ada pendampingan terkait masalah kesehatan. Karena itu, guru dan sekolah harus tahu bagaimana cara mentransformasikan pembelajaran menjadi media daring.
KISUTA.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar diskusi tema Pendidikan Anak Autis di Masa Covid-19. Diskusi yang digelar secara virtual memakai aplikasi Zoom Cloud Meeting diselenggarakan Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Surakarta.
"Ada empat (4) narasumber yakni Dr. Joko Yuwono, M.Pd., Erma Kumala Sari, M.Psi., Erny Kadarwati, S.Pd., dan Dr. Minsih, M.Pd. Dihadiri sebanyak 110 peserta seoerti dosen, anggota peer group PSD LPPM UNS, guru, orang tua, mahasiswa, dan umum," ungkap Kepala PSD LPPM UNS yakni Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi, Kampus UNS, Solo, Senin (8/6/2020).
Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS Dr. Joko Yuwono, M.Pd mengemukakan, adanya pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada anak autis yang memiliki masalah perkembangan.
"Adanya Covid-19 sangat dirasakan dampaknya pada anak autis yang memiliki masalah perkembangan, yaitu bagaimana memberikan prioritas kesehatan bagi anak autis dan layanan pendidikan yang berkualitas. Mereka membutuhkan pendampingan," terangnya.
Menurut dosen PLB, anak autis memiliki risiko penularan yang tinggi apabila tidak ada pendampingan terkait masalah kesehatan. Untuk masalah perkembangan, pada sisi guru dan sekolah harus tahu bagaimana cara mentransformasikan pembelajaran menjadi media daring. Ketika di rumah, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi anak autis, terdapat tiga komponen yakni guru, orangtua mau pun keluarga, dan anak autis itu sendiri, di sini terdapat tantangan bagaimana guru dapat mendampingi anak belajar selama masa pandemi ini karena anak akan lebih mudah mengalami stres.
Oleh karena itu, Ia menyarankan agar sekolah dapat bekerja sama dengan orangtua.
"Saran saya adalah sekolah dapat bekerja sama dengan orangtua. Orangtua dan anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi atas situasi Covid-19. Pada masa pandemi ini, biarkanlah keluarga saling beradaptasi dan mengenali kebutuhan anak disabilitas, termasuk anak autis," saran Dr. Joko.
Sementara itu, Erma Kumala Sari, M.Psi mengupas materi tinjauan psikologi anak autis dan keluarga di masa pandemi Covid-19. Di saat seperti ini, lingkungan menjadi daya dukung yang sangat penting bagi anak autis. Adanya Covid-19, biasanya seseorang akan lebih overthinking terhadap diri sendiri dan kemungkinan mengalami gejala psikosomatis. Di sini, perlu untuk mengelola pikiran untuk tetap tenang dan menerima keadaan.
"Kita harus dapat mengelola pikiran diri kita sendiri untuk tetap tenang dan dapat menerima keadaan ini. Kita perlu mencari informasi namun harus dapat membatasi informasi yang akan kita dapatkan. Kita harus mampu berpikir positif dan memiliki keyakinan. Kita harus mampu mencari strategi baru untuk bertahan melalui kondisi saat ini," terangnya.
Berhubungan dengan kondisi psikis anak autis selama masa pandemi ini, kata Erma, orangtua atau keluarga harus mengawasi pola makan dan kebersihan agar tidak berdampak keburukan. Anak autis juga perlu diberikan pemahaman mengenai kondisi saat ini namun dengan tetap menyesuaikan karakteristik anak. Adanya perubahan rutinitas akan berdampak pada anak autis sehingga orangtua dapat membuat jadwal aktivitas yang baru namun tetap mengadakan waktu luang bagi anak autis.* eko prasetyo - kisuta.com


