KKN Covid-19, Mahasiswa UNS Berikan Edukasi ke Anak-anak
KISUTA.com – Damara Putri Wardhana merupakan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Covid-19. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS tersebut melakukan upaya edukasi Covid-19 bagi warga di kawasan _LotteMart_ Jalan Bhayangkara, Tipes, Surakarta sejak pertengahan Mei 2020 lalu. Selain dalam rangka KKN Covid-19, hal ini ia lakukan untuk turut membantu tetangga atau warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam KKN Covid-19 tersebut, Damara tidak hanya mengedukasi orang dewasa, melainkan juga melakukan pendekatan dengan anak-anak. Bukan tanpa alasan, anak-anak di lingkungan tersebut masih bermain bersama di luar rumah seperti biasanya tanpa menggunakan masker dan pemahaman yang benar terkait Covid-19. Bahkan orangtua mereka belum paham apabila anak-anak juga dapat berisiko tertular Covid-19. Meskipun kelompok rentan Covid-19 adalah orang Lanjut Usia (Lansia), anak-anak lebih sulit menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri dari Covid-19 dan tetap berisiko tedampak Covid-19.
"Jadi di lingkungan saya ada dua _circle_. Di bagian depan adalah masyarakat yang tergolong mampu. Sangat mampu _malah_. Anak-anak di sana tidak keluar sama sekali, mungkin edukasi dari orangtuanya sudah cukup. Berbeda dengan yang di belakang dekat sungai, di sini anak-anak masih banyak yang bermain di luar rumah. Tidak banyak juga bersekolah dan tidak tahu apa itu Covid-19. Persoalan sekolah saja masih kurang, apalagi pengetahuan tentang virus ini tentu perlu diedukasi lagi," jelas Damara kepada _uns.ac.id_.
Awalnya mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) angkatan 2017 ini berencana mengambil tema 'Pendidikan' untuk program KKN-nya. Tetapi setelah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Damara memilih tema _'Supporting_ Pemahaman Masyarakat'. Dalam pelaksanaannya, edukasi dimulai dengan hal sederhana seperti berkunjung ke rumah-rumah warga yang juga dibarengi dengan pembagian masker. Dari hal tersebut, banyak permasalahan di lapangan yang akhirnya diketahui oleh Damara untuk turut dibantu penanganannya.
Perihal respons dan dukungan dari warga maupun RT setempat, Damara menuturkan bahwa apa yang ia lakukan mendapat dukungan dan sambutan baik. Asalkan, upaya yang dilakukan memang berupa gerak nyata yang langsung dieksekusi di lapangan.
"Sejauh ini saya didukung dengan baik. Hanya saja, kalau tidak _action_ langsung, misal via daring itu memang sulit. Jadi, dukungannya ya kalau kita gerak membuat sesuatu, mereka menyambut dengan baik dan mau ikut belajar," tuturnya.
Dukungan untuk Damara juga datang dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta, yakni Rony Kamtoro. Bersama beliau, Damara melakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga dan lingkungan sekitar yang direncanakan akan rutin dilaksanakan minimal 2x seminggu selama pandemi.
Saat ditanya tentang program selanjutnya, Damara menuturkan diantaranya ia akan mengajak warga untuk belajar Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) khususnya mencuci tangan. Ia pun ingin mengedukasi perihal manfaat jamu dan mengajak warga untuk minum jamu sebagai upaya menjaga imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19.
"Saya juga memanfaatkan media yang difasilitasi dari UNS untuk membuat poster, spanduk dan lain-lain sebagai gerakan memutus Covid-19. Ada juga pembagian Sembako, tapi atas inisiatif dan biaya saya sendiri. Yang dari UNS memang difokuskan untuk edukasi," imbuh Damara.
Tidak hanya berkegiatan di lapangan, Damara pun membagikan informasi edukatif kepada 5.000 lebih pengikut instagramnya. Termasuk foto dan video dokumentasi kegiatan bersama warga sebagai upaya berbagi cerita dengan para warganet perihal proses pengabdiannya dan berbagai pelajaran yang ia dapat dari proses tersebut.
Lebih lanjut, Damara bercerita dari KKN Covid-19 ini ia belajar banyak hal. Bahwa meskipun di perkotaan, masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dibantu pemenuhannya. Dari hal tersebut, ia menyadari peran mahasiswa yang dapat turut serta menangani beragam permasalahan di masyarakat. Tidak lupa melalui unggahan media sosialnya, ia mengajak para warganet untuk menjadi penggerak di lingkungan sekitarnya melalui hal-hal sederhana khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.
"Jadi sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita perhatikan dan kita pedulikan di tengah pandemi Covid-19 ini. Bagaimana menumbuhkan kepedulian, simpati, dan empati. Menjaga diri itu tidak cukup, kita juga harus bisa memandang orang lain dan sekitar kita. Mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan," tutup Damara.* eko prasetyo - kisuta.com


