Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Rektor UNS: Perguruan Tinggi di Indonesia Perlu International Scientists Collaboration

Senin, 15 Juni 2020

KISUTA.com - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, mendorong perguruan tinggi di Indonesia meningkatkan kerja sama dalam bidang _International Scientist Collaboration_. Hal tersebut disampaikan Prof. Jamal dalam _Web Talk International Scientists Collaboration: Implement P2P (People-2-People) Relationship_, Senin (15/6/2020) pagi.

Prof. Jamal mengatakan _International Scientists Collaboration_ dapat membantu peningkatan Indeks Inovasi Nasional. Sebab, bila dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, Indeks Inovasi Indonesia terhitung masih rendah.

"Perguruan tinggi di Indonesia sangat membutuhkan _International Scientists Collaboration_ supaya bisa menghasilkan riset yang bisa disandingkan dengan perguruan tinggi luar negeri," ujar Prof. Jamal.

Sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Prof. Jamal menyebut empat prinsip kerja sama internasional yang harus diperhatikan perguruan tinggi di Indonesia. Pertama adalah hubungan saling kenal antarpeneliti melalui komunitas dalam perguruan tinggi. Kedua, memiliki kemampuan dan fasilitas yang setara sehingga mempermudah mencocokkan program. Ketiga, pembentukan aliansi antarperguruan tinggi Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri dalam bentuk konsorsium untuk implementasi kolaborasi. Keempat, _mutual understanding_ terutama dalam pendanaan kolaborasi dan pemanfaatan _sponsorship_.

Dalam Web Talk lintas negara yang digelar secara daring melalui _Zoom Cloud Meeting_, Prof. Jamal menerangkan bila kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri merupakan bentuk implementasi 'Kampus Merdeka' yang telah dicanangkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

"Bentuk kolaborasi bisa dengan _student exchange, summer course (short visit)_, KKN bersama, penyelenggaraan _joint/ double degree, joint supervisor_ untuk mahasiswa S2/ S3, _joint autorship_ untuk artikel, _joint research_, _guest lecturer_, dan _sabbatical leave_," terang Prof. Jamal.

Di hadapan peserta Web Talk, Prof. Jamal juga menyampaikan sejumlah harapannya mewakili MRPTNI dalam hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada bidang pendidikan dan penelitian.

"Mengintensifkan dan meningkatkan jumlah kerja sama perguruan tinggi dengan USA melalui endorsement Atase Pendidikan KBRI Washington DC dengan melibatkan para profesor dan ilmuwan Indonesia internasional di PTN sebagai bentuk kegiatan _visiting lecturer vise versa_," ucap Prof. Jamal.

Harapan lain yang disampaikan Prof. Jamal adalah peningkatan jumlah beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di AS, peningkatan join publikasi perguruan tinggi Indonesia-AS, dan _student exchange_ dua arah dengan meningkatkan jumlah mahasiswa AS yang menempuh studi di Indonesia.

Web Talk ini terselenggara berkat kerja sama antara Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, MRPTNI, KBRI Washington DC, dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional. Selain Prof. Jamal, turut hadir pula dua pembicara lainnya, yaitu Prof. Poppy Rufaidah selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC dan Prof. Taifo Mahmud selaku Direktur Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya