Kamis, 30 April 2026
Sosok Inspirasi
Narendra Rangga Reswara

Mahasiswa FK UNS Ini Berbagi Kebaikan Melalui Terima Kasih Corona

Senin, 15 Juni 2020
ka-uns.jpg
IST.

KISUTA.com - Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggagas konten kebaikan melalui media sosial bernama Terima Kasih Corona. Adanya akun bernama Terima Kasih Corona ini, bertujuan untuk menyebarkan hal-hal positif di tengah pandemi yang membuat sebagian orang merasa jenuh, bahkan frustasi.

Narendra Rangga Reswara, salah satu penggagas adanya akun Terima Kasih Corona ini, berbagi kisahnya bersama dengan tim yang terlibat pada akun Terima Kasih Corona. Laki-laki yang kerap disapa Naren ini mengaku, bahwa pembentukan awal mula akun Terima Kasih Corona mulai tercetus ketika ia melihat banyaknya keluhan dan hal-hal negatif yang tersebar di media sosial. Naren yang juga mahasiswa FK mengerti, dengan adanya situasi pandemi, seseorang rentan terserang depresi.

"Awalnya pas lagi ramai dimana-mana tentang Corona itu, mulai banyak banget ngeliat postingan di Instagram atau Twitter yang mana mereka itu kayak mengeluh gitu, kayak ada yang bilang benci banget, aduh nggak jadi ke luar negeri," tutur Naren kepada wartawan, di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Senin (15/6/2020).

Dari situ akun media sosial Terima Kasih Corona terbentuk. Akun media sosial Terima Corona tersedia dalam 3 platform yakni Instagram, Twitter, dan Facebook. Akun Instagram dan Twitter menyasar pada kaum muda yang sering menggunakan 2 platform tersebut. Pada Facebook, lebih menyasar pada Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu. Respon warganet pun positif, akun tersebut kini ramai mendapatkan pesan entah berupa keluhan, curhat, atau sekadar berbagi kisah.

Bersama 22 orang lainnya, Naren dan teman-temannya terus berupaya untuk menyuguhkan konten positif di tengah pademi. Selain membuat konten positif, Terima Kasih Corona juga menggalang donasi hingga terkumpul kurang lebih Rp. 4.000.000,00. Pernah juga mengadakan seminar daring yang berhasil mengundang antusiasme warganet. Terima Kasih Corona ada untuk membuat orang merasa bahwa adanya Corona pasti akan ada hal baik yang dapat diambil setelahnya.

"Istilahnya ya untuk menghilangkan kenegativitasan, kita melakukan hal yang berkebalikan dengan hal negatif yaitu hal positif. Jadi, kita sering ngelakuin, istilahnya kita kayak membuat orang-orang itu merasa kalau Corona itu ada hal baik yang bisa diambil," jelas Naren.

Walau telah mendapat respon yang positif dari warganet, tak jarang terdapat pula beberapa netizen yang merespon negatif. Walau begitu, ia dan tim Terima Kasih Corona tidak terlalu menaruh perhatian dan terus membagikan konten-konten kebaikan.

Naren berpesan agar terus berbuat baik walau keadaan sedang tidak baik-baik saja. Kebahagiaan level tertinggi adalah ketika mampu membuat orang lain bahagia. Cek orang-orang di sekitar apakah mereka membutuhkan bantuan.* eko prasetyo - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya