New Normal dari Sudut Keislaman, Budaya dan Sejarah
KISUTA.com - Syiar Kegiatan Islam (SKI) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kajian daring dengan tema Mengulik New Normal dari Sudut Keislaman, Budaya, dan Sejarah.
Kajian tersebut dilakukan melalui aplikasi Google Meet , diikuti oleh sekitar 30 peserta aktif, pada Rabu (17/6). Dalam acara ini, SKI FIB mengundang Ustaz Arif Wibowo yang sekaligus Direktur Pusat Studi Pemikiran Islam, Fauzi Ichwani selaku Koordinator Pusat Solo Societeit dan Luthfi Shobri, mahasiswa Sejarah FIB UNS sebagai moderator.
Fauzi Ichwani mengungkapkan terdapat beberapa pagebluk yang pernah melanda dunia pada masa lalu. "Pagebluk tersebut antara lain pes dan lepra pada era Khalifah Al-Wahid bin Abdul Malik tahun 705-715 M, wabah yang menyerang Sultan Agung pada tahun 1642 M, cacar di Batavia tahun 1645 M, kolera di Jawa pada tahun 1821 M yang gejalanya seperti buang air terus-menerus dan muntah-muntah. Dalam catatan perjalanan dr. Ahmad Ramali tahun 1930 M, dokter dari Bukittinggi yang menjadi dokter relawan tentang wabah di Semarang dan Jakarta ini mengajarkan bahwa kita harus menjaga kebersihan," jelasnya.
Selain itu, pada masa lampau terdapat beberapa manuskrip yang berisi mengenai wabah. Manuskrip tersebut ditulis oleh pujangga-pujangga kerajaan seperti Ranggawarsita. Manuskrip tersebut antara lain Serat Pustaka Rajapurwa, Serat Lelampahan Jayapurusa, Serat Kalimataya, Serat Pitedhah Pamulasaraning Tiyang Sakit, dan Serat Walisana.
Arif Wibowo mengungkapkan terdapat beberapa hadis mengenai pencegahan penularan wabah seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari Ra. "Apabila kamu mendengar ada wabah pes di suatu negeri, maka janganlah kamu memasukinya, dan apabila (wabah itu) berjangkit sedangkan kamu berada di dalam negeri itu, janganlah kamu ke luar melarikan diri (H.R. Bukhari)," kata Arif.
New normal dalam agama Islam dapat berupa salat berjamaah yang diberi jarak 1 sajadah, hal ini untuk menghindari risiko penularan Covid-19. "Banyak tempat ibadah tutup yang seharusnya tidak dipertentangkan oleh masyarakat. Islam sudah memberikan arahan yang sangat ilmiah untuk umat," papar Arif.
Peserta sangat antusias dalam mengikuti kajian ini, terlihat dari respons peserta yang memberikan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Salah seorang peserta, Hafid Arrasyid menanyakan seputar respons masyarakat dalam menyikapi kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi.
"Kita harus taat dengan regulasi pemerintah serta memberikan yang terbaik sesuai bidangnya. Keadaan ini dikembalikan pada kita masing-masing, bagaimana cara kita melindungi diri sendiri dengan apa yang kita ketahui. Jika kita tidak mengindahkan arahan lingkungan, maka Covid-19 akan terus menyebar," jawab Arif.
New normal ini dapat dilihat dari masa ke masa, bagaimana cara seseorang dapat mengambil sejarah pada masa lalu. Melalui ilmu, orang Islam pasti bisa menghadapi apapun. Kondisi pandemi perlu disikapi dengan keimanan yang kuat, selain itu juga diperlukan pengetahuan yang benar dan belajar dari sejarah para pendahulu.* eko prasetyo - kisuta.com


