Pusat Studi Wanita Unisri Gandeng UPGRIS dan Women Movement Berdayakan Potensi Perempuan
KISUTA.com - Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Women Movement belum lama ini menggelar webiner dengan tema Menjadi Perempuan Tangguh di Tengah Pandemi Covid-19. Selanjutnya menjalin kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pemberdayaan dan kapabilitas perempuan.
Kepala PSW Unisri, Setyasih Harini, SIP, MSi mengatakan, bersama UPGRIS tindaklanjut kegiatan berupa kerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyrakat. "Sedangkan dengan Woman Movement dalam bentuk seminar, pelatihan dan workshop " ungkap Setyasih, di Kampus Unisri, Solo, Rabu (17/6/2020).
Lebih lanjut, Setyasih Harini, menjelaskan kesepakatan menjalin kerjasama didasarkan pada hasil rumusan webinar tersebut.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Kependudukan, Perempuan dan Perlindungan UPGRIS, Dr. Arri Handayani, S.Psi, MSi, menyatakan perempuan sebagai bagian masyarakat dalam pandemi covid-19 menghadapi ujian dalam semua sektor baik secara domestik dalam rumah tangga, pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Untuk itulah perempuan harus berani memberdayakan dirinya sendiri untuk membuat aktivitas yang kreatif dan menyenangkan agar bisa beradaptasi dengan kondisi yang tidak pasti.
Sedangkan Dra. Ningsih Hariyanto selaku Koordinator Woman Movement Indonesia memaparkan empat langkah yang dapat membantu perempuan menemukan potensi dirinya agar bisa beradaptasi dengan kondisi yang tidak pasti selama pandemi yakni beradaptasi dengan cepat, berpikir positif, strategi pribadi dan disiplin.
Dengan keempat langkah tersebut diharapkan perempuan bisa memunculkan dirinya sebagai pribadi yang tangguh, efektif dan kreatif dan mampu menghadapi segala situasi. "Kami bertiga sepakat tidak hanya sekedar membahas dan memperbincangkan perempuan dalam ranah wacana semata. Point-point webinar tersebut segera kami rumuskan dan ditindaklanjuti dengan aktivitas nyata berupa penelitian, pengabdian masyarakat, seminar dan workshop, pelatihan tepat guna yang melibatkan langsung perempuan, " pungkas Setyasih Harini.* eko prasetyo - kisuta.com


