Selasa, 2 Juni 2026
Sastra & Humor

Melek Digital, Kemenkop UMKM Salurkan Bantuan Rp7,3 Miliar untuk Pesantren Al Ittifaq

Senin, 22 Juni 2020
itikap.jpg
IST.
MENTERI Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, didampingi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dan Bupati Bandung, Dadang Naser, saat berkunjung ke Pesantren Al Ittifaq Kabupaten Bandung, Minggu(21/6/2020).*

KISUTA.com - Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, didampingi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengunjungi Pesantren Al Ittifaq Kabupaten Bandung, Minggu(21/6/2020).

Dalam kunjungan itu, Menteri Teten memberikan bantuan pengembangan koperasi dan UMKM yang dikelola pesantren tersebut, senilai Rp7,3 miliar.

"Saya dalam dua hari ini keliling Jabar untuk memastikan stimulus pembiayaan bagi kalangan koperasi dan UMKM tetap berjalan, meski sedang ditengah Pandemi Covid-19," jelasnya.

Ia mengatakan ada anggaran senilai Rp124 triliun yang akan digunakan untuk membantu relaksasi pembiayaan kalangan koperasi dan UMKM secara nasional.

"Pesantren ini mendapatkan Rp7,3 miliar dana bantuan untuk membantu peningkatan koperasi dan UMKM pangan yang sudah berjalan. Selanjutnya kami mendorong agar nantinya bisa ekspor," jelasnya.

Pesantren ini menurutnya sudah cukup modern, karena sudah memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan koperasi pesantren. Terlebih menurutnya sektor pangan akan menjadi andalan pasca pandemi, di sisi lain terkendala pada pemasarannya, sehingga apa yang dikembangkan pesantren tersebut dengan memanfaatkan teknologi sudah sangat tepat.

"Dari sekian banyak UMKM, baru sekitar 8 juta yang sudah melek digital. Kami akan dorong terus untuk meningkatkan pasar UMKM, melalui digital," tegasnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menambahkan diperlukan informasi terpadu terkait kondisi lahan tanam di Jabar. Menurutnya, petani harus memilik informasi komoditas mana saja yang sedang ditanam dan segera panen.

"Jangan ikut-ikutan, nanam kentang ikut nanam kentang, panen semua harga anjlok. Nantinya melalui IT, informasi tanam ini harus disebarkan. Petani melek IT, ikut menginfokan sedang menanam apa saja," tegasnya.

Ia menambahkan, sudah sekitar 1.000 pesantren yang telah dibantu oleh Pemprov Jabar dengan dana berkisar antara Rp50 juta hingga Rp1 miliar, sesuai kebutuhannya.

"Pertanian ini tidak terlalu terdampak Covid-19, buktinya pendapatan Al Ittifaq justru naik. Itu juga karena didukung oleh IT. Ada Alif Mart yang juga menjual hasil pertanian milik pesantren dan lain-lain," tegasnya. * harie - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya