FKIP UMS Host International Conference Rekayasa Pembelajaran yang Fun & Progresive
Materi ini terkait bagaimana tantangan yang akan dihadapi oleh tenaga pendidik di masa new normal terutama di daerah Jawa Tengah Indonesia.
KISUTA.com - FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan CDU Australia dan UPSI Malaysia serta Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (LPTK PTM) menggelar Konferensi Internasional secara Online Tentang Pembelajaran Fun dan Progresif Abad 21.
Konferensi yang dilaksanakan secara webinars dengan melibatkan Asosiasi LPTK PTM secara online pd Sabtu, (20/6/2020). "Diikuti oleh 487 peserta dari luar negeri dan berbagai LPTK baik negeri maupun swasta. Pada konferensi tersebut, LPTK PTM mengundang sejumlah narasumber baik dari dalam maupun luar negeri," ungkap Ketua Asosiasi LPTK PTM Prof. Dr. Joko Harun Prayitno kepada wartawan, di Kampus FKIP UMS, Kartasura, Senin (22/6/2020).
Prof. Dr. Joko Harun Prayitno yang juga Dekan FKIP UMS menyampaikan selain dari UMS pembicara lain yang memberikan materinya pada acara tersebut ialah Prof. Laurance Tamatea (Charles Darwin University, Australia), Assoc. Prof. Dr. Mohd. Hairy Ibrahim (UPSI, Malaysia), Rustamadji, Ph.D (Unimuda, Indonesia), Dr. Aliverma Wiraguna (STKIP Muh. Sampit, Indonesia), Musiman (UM Lampung, Indonesia), Erwin Prasetyo (IKIP Muh Maumere, Indonesia), dan Madya Giri Aditama (STKIP Muh Batang, Indonesia).
Harun menambahkan, kegiatan ini merupakan putaran pertama, karena masih ada 2 konferensi internasional yang akan diselenggarakan pada Juli dan Agustus 2020 mendatang.
Pada putaran pertama mengambil tema Rekayasa Pembelajaran yang Fun dan Progresif Abad 21. Tema ini diharapankan bisa memberikan warna baru pada dunia pendidikan melalui riset-riset yang dilakukan.
Pembicara dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam konferensi itu adalah Dosen FKIP, Koesoemo Ratih, Ph.D menyampaikan materi tentang Challenges of Preparing for Autonomous Prospective Teachers : Professional Teaching Practice in the New Normal Era in Central Java, Indonesia.
"Materi ini terkait bagaimana tantangan yang akan dihadapi oleh tenaga pendidik di masa new normal terutama di daerah Jawa Tengah Indonesia," kata Ratih.
Tidak jauh berbeda dengan Ratih, Prof. Laurance Tamatea dari Charles Darwin University, Australia juga menyampaikan tentang pembelajaran di masa new normal. Dia menjabarkan alternatif-alternatif yang bisa dilakukan dalam proses pembalajaran pasca pandemi ini. Menurutnya pembelajaran di masa new normal bisa dilakukan dengan dua cara yakni offline dan online. Tergantung tenaga pendidik memilih alternatif yang mana.* eko prasetyo - kisuta.com


